SERANG, Mediabooster.news – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Usaha Mandiri Desa Cilayang, Kecamatan Cikesal, Kabupaten Serang, terus mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai upaya meningkatkan pendapatan desa sekaligus membantu kebutuhan masyarakat sekitar.

Direktur BUMDes Sumber Usaha Mandiri, Nursalim, mengatakan usaha peternakan ayam petelur tersebut mulai dirintis sejak tahun 2025 berdasarkan hasil musyawarah desa. Namun pembangunan kandang baru dilakukan pada September 2025 setelah anggaran dari dana desa cair.

“Setelah dana desa turun langsung kita bangun kandang di bulan September dan mulai diisi ayam pada Oktober. Alhamdulillah setelah empat bulan berjalan sudah mulai panen dan hasilnya dijual ke masyarakat sekitar serta warung-warung yang membutuhkan,” ujar Nursalim, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini produksi telur masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal karena permintaan yang cukup tinggi. Bahkan, stok telur yang dihasilkan masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga sekitar.

“Untuk panen telur saat ini minimal 27 kilogram per hari dan maksimal bisa mencapai 32 kilogram, tergantung kondisi cuaca. Karena cuaca juga sangat mempengaruhi produksi,” katanya.

Nursalim mengungkapkan pihaknya sempat menjajaki kerja sama dengan program MBG di Kecamatan Cikesal. Namun hingga kini kerja sama belum terealisasi karena harga yang ditawarkan belum sesuai dengan harga pasar.

“Kami sebenarnya ingin bekerja sama dengan MBG, tapi harga yang ditawarkan belum sesuai. Jadi sementara kami fokus penjualan ke masyarakat sekitar,” ucapnya.

Meski demikian, pihak BUMDes optimistis usaha tersebut memiliki prospek yang baik dan dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) di masa mendatang. Saat ini pengurus BUMDes juga tengah berupaya mencari tambahan modal melalui koperasi, investor hingga pengajuan ke pihak perbankan.

“Menurut saya usaha ini cukup menjanjikan. Kalau kapasitas ayam ditambah tentu pendapatan desa juga akan lebih besar lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cilayang, Jarim, mengatakan keberadaan BUMDes peternakan ayam petelur mendapat dukungan positif dari masyarakat karena dianggap mampu membantu kebutuhan ekonomi warga.

“Alhamdulillah dukungan masyarakat bagus. Walaupun belum maksimal, setidaknya keberadaan BUMDes ini sudah membantu masyarakat,” kata Jarim.

Ia menyebutkan, pembangunan kandang ayam petelur tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp250 juta dengan kapasitas awal sebanyak 702 ekor ayam. Ke depan, pemerintah desa berencana menambah penyertaan modal agar usaha dapat berkembang lebih besar.

“Insya Allah ke depan ada tambahan penyertaan modal dari desa, meskipun tidak maksimal karena sebagian anggaran tahun 2026 dialihkan untuk program lain,” ujarnya.

Menurut Jarim, produksi telur saat ini masih dalam kondisi normal meski terkadang terkendala cuaca dan faktor kesehatan ayam. Harga jual telur pun disesuaikan dengan harga pasar.

“Untuk harga jual saat ini sekitar Rp22 ribu per kilogram. Kalau eceran di pasaran bisa sampai Rp25 ribu sampai Rp26 ribu,” jelasnya.

Ia berharap usaha peternakan ayam petelur tersebut dapat terus berkembang sehingga mampu menopang kebutuhan operasional BUMDes sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.

“Harapan kami BUMDes ini bisa terus berkembang, menjadi sumber pendapatan desa dan membantu masyarakat, termasuk untuk kegiatan sosial maupun keagamaan di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (dkm)

Exit mobile version