SERANG, Mediabooster.news – Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Desa Ramah Perempuan dan Anak (DRPPA) sebagai upaya memperkuat perlindungan perempuan, anak, dan ketahanan keluarga di tingkat desa. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Sindangheula, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., MM, dan dihadiri perwakilan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang, kader desa, relawan SAPA, serta Ikatan Mahasiswa Desa Sindangheula (IKMADA).

Hadir sebagai narasumber, Kasi Pemenuhan Hak Anak DKBPPPA Kabupaten Serang Ratih Angraini dan Ketua PATTIRO Banten sekaligus Ketua BPD Sindangheula, Amin Rohani.

Kepala Desa Sindangheula, Suheli, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam mendukung program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang kini terintegrasi dalam program Ruang Bersama Indonesia (RBI).

“Desa Sindangheula menjadi salah satu desa rujukan di Kabupaten Serang dalam program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Karena itu kami terus melakukan penguatan kepada kader, relawan, dan seluruh elemen masyarakat agar perlindungan terhadap perempuan dan anak dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pemenuhan Hak Anak DKBPPPA Kabupaten Serang, Ratih Angraini, menjelaskan bahwa Desa Sindangheula merupakan salah satu desa lokus program DRPPA di Kabupaten Serang.

Menurutnya, dari 326 desa yang ada di Kabupaten Serang, saat ini telah ditetapkan 17 desa sebagai lokus pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

“Melalui kegiatan ini kami memberikan pemahaman kepada para kader terkait peningkatan kualitas keluarga, pemenuhan hak anak, serta pemberdayaan perempuan. Ketiga aspek tersebut menjadi fokus utama dalam mewujudkan desa yang aman, nyaman, dan inklusif bagi perempuan dan anak,” katanya.

Ratih menuturkan, upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan penguatan kualitas keluarga, edukasi masyarakat, serta pemberdayaan perempuan agar mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak seringkali berakar dari rendahnya kualitas keluarga. Karena itu, penguatan keluarga menjadi salah satu strategi utama yang terus kami dorong,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Serang masih menjadi perhatian. Namun meningkatnya angka pelaporan menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin baik untuk melapor dan mencari perlindungan.

“Ini merupakan keberhasilan bersama, karena masyarakat yang sebelumnya enggan melapor kini mulai berani menyampaikan kasus yang dialami. Dengan demikian penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ungkap Ratih.

Selain sosialisasi, lanjut Ratih, DKBPPPA Kabupaten Serang juga menjalankan berbagai program pembinaan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta kegiatan pencegahan kekerasan yang melibatkan berbagai pihak.

Ia berharap Kabupaten Serang dapat terus bergerak menuju predikat Kabupaten Layak Anak, dengan mengedepankan pemenuhan hak perempuan dan anak dalam setiap kebijakan pembangunan.

Sementara itu, Amin Rohani menekankan pentingnya penguatan kelembagaan perempuan dan anak di tingkat desa. Menurutnya, relawan SAPA, kelompok perempuan, serta organisasi kepemudaan dan mahasiswa desa memiliki peran strategis sebagai motor penggerak program DRPPA.

“Tugas kita bersama adalah memenuhi berbagai indikator Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Saat ini terdapat 15 indikator yang harus dipenuhi, sehingga diperlukan kerja sama seluruh unsur desa untuk mewujudkannya,” katanya.

Amin menambahkan, salah satu aspek penting yang harus menjadi perhatian adalah ketersediaan data yang akurat terkait kondisi perempuan dan anak di desa.

“Data menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan intervensi. Dengan data yang baik, kita bisa mengetahui kebutuhan anak, perempuan, maupun keluarga yang memerlukan perhatian khusus sehingga program yang dijalankan menjadi lebih tepat sasaran,” pungkasnya.

Exit mobile version