KAB. SERANG, Mediabooster.news – Pemerintah Desa Pasanggrahan bersama BUMDes Kapas Pasanggrahan kembali melaksanakan panen timun sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Panen yang berlangsung pada Selasa (26/11/2025) ini merupakan panen kelima sejak masa tanam dimulai bulan lalu.

Kepala Desa Pasanggrahan, Entat Karyata, bersama Pendamping Desa Abdul Jalil turut hadir dan mendampingi proses panen. Program budidaya timun ini dijadwalkan memiliki siklus panen setiap dua hari sekali, dengan target masa panen selama 40 hari.

Kepala Desa Entat Karyata menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Ia merinci capaian panen dari hari pertama hingga panen kelima:

“Alhamdulillah, berkat kerja keras kita semua, sampai hari ini total panen kita sudah mencapai 6.936 kilogram, dan ini sudah melampaui target awal yang diperkirakan hanya 6 ton,” ujar Entat.

Petani saat panen Timun (Foto. dkm)

Harga Jual dan Perkembangan Pasar, Harga jual timun di tingkat petani mengalami perubahan seiring berjalannya musim panen, dari Rp5.000 per kilogram hingga Rp4.500 per kilogram, Penurunan harga sebesar sekitar Rp500 per kilogram tercatat pada panen kelima. Meski demikian, pemerintah desa dan BUMDes menilai omset dari lima kali panen ini sudah melampaui ekspektasi awal.

Harapan dan Target Selanjutnya, Program ketahanan pangan melalui budidaya timun ini merupakan musim pertama bagi Desa Pasanggrahan. Entat berharap panen dapat terus berlanjut hingga mencapai 10–12 kali panen, sesuai dengan kondisi tanaman.

“Kalau melihat kondisi saat ini, minimal bisa sepuluh kali panen. Bila pertumbuhan tetap baik, bisa sampai dua belas kali panen. Target kita ke depan mudah-mudahan bisa mencapai total 10 ton,” ungkapnya. (dkm)

Exit mobile version