SERANG, Mediabooster.news – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Sosialisasi Penguatan Pemulihan Sosial, Ekonomi, Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan Pascabencana Hidrometeorologi di Aula Kecamatan Pabuaran, Senin (20/7/2026).

Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Pabuaran H. Idham Danal dan menghadirkan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Kabupaten Serang Nurnaningsi Jahja sebagai narasumber. Turut hadir Sekretaris Kecamatan Pabuaran, jajaran staf kecamatan, perangkat desa, kader Posyandu, serta masyarakat terdampak bencana.

Dalam pemaparannya, Nurnaningsi menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Serang pada awal tahun 2026.

Ia menyebutkan, bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Januari hingga Maret 2026 berdampak di seluruh 28 kecamatan di Kabupaten Serang, dengan tingkat kerusakan yang berbeda-beda di setiap wilayah.

“Jenis bencana yang paling banyak terjadi adalah banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah. Seluruh wilayah terdampak sudah melalui tahap evakuasi dan penanganan darurat. Saat ini kami memasuki tahapan pemulihan pascabencana, salah satunya melalui sosialisasi kepada masyarakat mengenai mekanisme dan alur pemulihan,” jelas Nurnaningsi.

Menurutnya, kegiatan di Kecamatan Pabuaran merupakan sosialisasi yang telah dilaksanakan di 15 kecamatan, dan akan terus dilanjutkan hingga menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Serang.

Selain memberikan pemahaman mengenai proses rehabilitasi dan rekonstruksi, BPBD juga menekankan pentingnya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

“Kami ingin masyarakat memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Kabupaten Serang memiliki sebelas potensi bencana, sehingga kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi risiko,” katanya.

Nurnaningsi menjelaskan, peserta sosialisasi melibatkan perangkat desa, kader Posyandu, serta masyarakat terdampak karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat di tingkat desa.

“Perangkat desa dan kader menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Mereka yang nantinya akan membantu proses komunikasi, pendataan, hingga pemulihan pascabencana di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPBD juga terus melakukan berbagai langkah sesuai tahapan penanggulangan bencana. Mulai dari edukasi dan komunikasi informasi (KIE) terkait kesiapsiagaan, penanganan kedaruratan saat bencana terjadi, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Dari bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, kami melakukan asesmen terhadap rumah-rumah yang terdampak bencana untuk kemudian diusulkan penanganannya kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) maupun Dinas Pekerjaan Umum apabila infrastruktur mengalami kerusakan. Selain itu, kami juga melakukan pemulihan sosial dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Pabuaran H. Idham Danal berharap seluruh peserta dapat memahami materi yang disampaikan sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana maupun proses pemulihan pascabencana.

Menurutnya, wilayah Kecamatan Pabuaran relatif sering mengalami bencana angin puting beliung yang menyebabkan pohon tumbang dan merusak rumah warga maupun menutup akses jalan. Namun, hingga saat ini wilayah tersebut belum pernah mengalami bencana banjir maupun tanah longsor.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, perangkat desa, kader, dan masyarakat semakin memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” ujar Idham.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, serta simulasi penanganan pascabencana sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Serang. (dkm)

Exit mobile version