SERANG, Mediabooster.news – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah resmi meluncurkan Sensus Ekonomi 2026 dengan slogan “Sinergi Sensus Ekonomi 2026 untuk Serang Bahagia” di Pendopo Bupati Serang, Senin (18/5/2026).
Peluncuran yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang tersebut turut dihadiri Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana, Kepala BPS Kabupaten Serang Tutty Amalia, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, unsur Muspida, Sekretaris Daerah Zaldi Dhuhana, serta para pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, sensus ekonomi sangat penting untuk mendapatkan gambaran riil aktivitas usaha di Kabupaten Serang yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah ke depan.
“Alhamdulillah hari ini kita launching Sinergi Sensus Ekonomi 2026 bersama BPS Provinsi Banten dan BPS Kabupaten Serang. Kegiatan ini diperlukan karena sensus ini akan dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2026, dalam rangka memberikan gambaran riil aktivitas usaha di wilayah Kabupaten Serang,” ujar Ratu Zakiyah kepada wartawan.
Menurutnya, hasil sensus nantinya diharapkan mampu menghadirkan data yang akurat mengenai potensi unggulan daerah, khususnya sektor usaha yang layak dikembangkan di Kabupaten Serang.
“Setelah pelaksanaan sensus nanti kita bisa mengetahui potensi unggulan apa saja, terutama usaha-usaha di wilayah Kabupaten Serang yang patut dikembangkan. Kemudian kita dapat menyusun strategi yang tepat untuk perekonomian di wilayah Kabupaten Serang,” terangnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan sensus, Pemerintah Kabupaten Serang telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh perangkat daerah, camat, hingga kepala desa agar turut menyosialisasikan pentingnya sensus ekonomi kepada masyarakat.
Ratu Zakiyah juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha, baik kecil maupun besar, agar memberikan data yang benar dan akurat kepada petugas sensus.
“Petugas sensus nanti akan mendatangi masyarakat atau pelaku usaha untuk mengambil informasi. Jadi masyarakat diharapkan memberikan data seakurat mungkin,” katanya.
Ia juga memastikan keamanan data masyarakat yang disampaikan dalam sensus ekonomi. Menurutnya, kerahasiaan data dijamin dan dilindungi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
“Ketika masyarakat atau pelaku usaha memberikan data, tidak perlu khawatir karena tidak akan dipublikasikan. Semua data dijaga kerahasiaannya, jadi jangan takut, semua aman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana menjelaskan, sensus ekonomi akan mendata seluruh pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga jasa dengan skala usaha mikro sampai besar.
“Yang akan ditanyakan di antaranya Nomor Induk Berusaha atau NIB, jenis produk, pendapatan, hingga pengeluaran. Nantinya data tersebut akan membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sesuai kebutuhan wilayah,” ujarnya.
Kepala BPS Kabupaten Serang Tutty Amalia menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi secara intensif melalui radio, media cetak, media sosial, hingga pemasangan spanduk di berbagai titik strategis bekerja sama dengan Diskominfo Kabupaten Serang.
Untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kabupaten Serang mengerahkan sebanyak 1.300 petugas sensus.
“Sensus ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Kami berharap masyarakat dapat memberikan jawaban yang jujur dan baik agar hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi Kabupaten Serang,” ujarnya.
Tutty menyebutkan, berdasarkan survei terakhir pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Serang menunjukkan tren positif. Karena itu, data hasil sensus diharapkan dapat menjadi dasar untuk mempertahankan bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Setelah sensus nanti kita bisa melihat dan mempertahankan pertumbuhan positif itu agar terus tumbuh dan meningkat,” pungkasnya. (*)


