KAB. SERANG, Mediabooster.news – Jelang Hari Raya Idul Adha Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Untirta menggandeng Juru Sembelih Halal (Juleha) Banten memberikan Sosialisasi dan Praktek penyembelihan hewan kurban di Desa Sindangheula, Kec. Pabuaran, Kab. Serang, Banten, Kamis (16/5/2024).

Acara dilaksanakan di Kantor Desa Sindangheula, dan diikuti oleh Ketua RT/RW, Ustad, Kiyai, DKM dan masyarakat Desa setempat.

Para peserta yang mengikuti sosialisasi dan pelatihan di ajarkan tentang pentingnya penyembelihan hewan yang benar dan halal, terkait tatacara penyembelihan, penggunaan pisau atau golok yang tajam, pengasahan pisau, cara menjagal, menyembelih, dan membersihkan hewan kurban.

Acara dihadiri oleh Kepala LPPM UNTIRTA Prof. Dr. Meutia, S.E.,M.P., Kepala Pusat Pengelola Kajian Halal dan Ekonomi Islam, Dr. Eva Johan, S.H., M.H. beserta tim halal Center Untirta, Kepala Desa Sindangheula Suheli, S.Kom.,MM, dan Ketua DPW Juleha Banten, Sarip Jaenuddin sekaligus sebagai pemberi materi dan pelatihan.

“Ini tahun kedua kami melaksanakan pengabdian disekitar kampus Untirta Sindangsari yaitu juru sembelih halal. Ini kita lakukan setiap tahun menjelang Idul Adha. Tujuan pelatihan tersebut untuk memberikan informasi serta pengarahan kepada masyarakat tentang tata cara menyembelih hewan kurban dengan halal sesuai syariat Islam,” jelas Prof. Dr. Meutia.

Menurutnya, pelatihan ini penting untung diberikan kepada masyarakat baik orang tua maupun anak muda.

“jadi memang kita lihat sekarang bahwa banyak sekali orang yang bisa menyembelih akan tetapi ternyata banyak juga yang kurang sesuai dengan tuntunan. Jadi kita adanya kegiatan ini dan memanggil profesionalisme juru sembelih halal ini semoga bukan hanya orang tua tetapi anak-anak muda harus bisa juga menyembelih hewan yang benar,” ujarnya.

LPPM Untirta meberikan Sosialisasi dan Praktek penyembelihan hewan kurban di Kantor Desa Sindangheula. (Foto. dkm)

Senada dengan Ketua LPPM Untirta, Ketua DPW Juleha Banten, Sarip Jaenuddin pentingnya memberikan wawasan serta edukasi kepada masyarakat dalam menangani hewan kurban. Karena di situasi saat ini masih terjadi penanganan hewan kurban yang tidak ikhsan (diperlakukan dengan baik).

“Dalam peroses pemotongan atau pelaksanaan ibadah kurban itu bahwa syarat, dan rukun, adab dan prinsip-prinsip itu penting dan harus harus di terapkan, yang harus diperhatikan umur hewan, dan alat potong yang mumpuni. hal ini akan menjadi sangat penting dalam ibadah kurban,” ucapnya.

Kepala Desa Sindangheula Suheli dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada para dosen LPPM Untirta serta Tim Juleha Indonesia Banten atas pengetahuan yang telah diberikan kepada para masyarakat Desa Sindangheula.

“Harapan kami dengan pelatihan ini masyarakat terutama para pelaku penyembelih hewan kurban di Desa Sindangheula dapat menambah pengetahuan dan wawasan dapat di implementasikan nanti saat hari raya kurban atau Idul Adha,” ucapnya. (dkm)

Exit mobile version