SERANG, Mediabooster.news – UPT Puskesmas Pabuaran, Kabupaten Serang, terus mengintensifkan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Kecamatan Pabuaran. Selama Juli 2026, layanan tersebut digelar dua kali setiap pekan dengan sistem berkeliling ke desa-desa sesuai jadwal sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepala UPT Puskesmas Pabuaran, Siti Faridah, mengatakan pelaksanaan CKG tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga diintegrasikan dengan program skrining HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks serta skrining TBC menggunakan pendekatan Program Penanggulangan Tuberkulosis.

“Untuk bulan Juli ini CKG dilaksanakan dua kali dalam seminggu dengan berkeliling ke desa-desa. Kali ini kami integrasikan dengan skrining HPV DNA dan skrining TBC sehingga masyarakat bisa mendapatkan beberapa layanan kesehatan sekaligus,” ujarnya.

Menurut Siti Faridah, hasil pelaksanaan CKG menunjukkan cukup banyak masyarakat yang terdeteksi mengalami Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti hipertensi maupun diabetes. Warga yang membutuhkan penanganan lanjutan langsung diarahkan mengikuti pelayanan di Klinik PTM UPT Puskesmas Pabuaran yang buka setiap hari Senin.

“Dari hasil CKG ini ternyata cukup banyak penyakit tidak menular yang terdeteksi. Masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan kami arahkan ke Klinik PTM agar bisa mendapatkan pengobatan secara rutin,” katanya.

Selain itu, layanan skrining HPV DNA juga mendapat respons positif dari masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang dilakukan langsung di desa membuat masyarakat, khususnya perempuan, lebih berani melakukan pemeriksaan dibanding harus datang ke puskesmas.

“Ketika pelayanan kita bawa langsung ke desa, peminat pemeriksaan HPV DNA cukup banyak. Ini menjadi salah satu cara meningkatkan cakupan skrining karena selama ini pencapaiannya masih rendah,” jelasnya.

Pelaksanaan CKG juga dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang sedang melakukan reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan agar sekaligus mengikuti pemeriksaan kesehatan yang tersedia.

Siti Faridah mengatakan target pelaksanaan CKG di wilayah kerja UPT Puskesmas Pabuaran mencapai sekitar 29 ribu warga dari total estimasi penduduk sebanyak 49.000 jiwa. Hingga akhir Juli 2026, capaian pemeriksaan yang telah berhasil diinput ke sistem baru mencapai sekitar 9.000 orang.

Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan pada pelaksanaan pemeriksaan di lapangan, melainkan proses penginputan data hasil CKG yang membutuhkan ketelitian dan waktu cukup panjang.

“Pelaksanaan di lapangan berjalan baik, tetapi pekerjaan rumah kami saat ini adalah mempercepat proses penginputan data. Target harian masih belum tercapai sehingga terus kami evaluasi melalui briefing kepada petugas,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, UPT Puskesmas Pabuaran juga mendapat dukungan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang membantu proses pelayanan di lapangan.

Memasuki Agustus 2026, UPT Puskesmas Pabuaran akan melanjutkan program CKG dengan menyasar lokasi yang berbeda di setiap desa agar seluruh masyarakat mendapatkan kesempatan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis minimal satu kali.

Selain CKG, Puskesmas juga akan menambah layanan Puskesmas Keliling (Pusling), terutama di wilayah yang rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau. Layanan tersebut akan dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan, pengobatan sederhana, edukasi kesehatan lingkungan, hingga penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah desa dan seluruh masyarakat agar kegiatan ini berjalan optimal. Tujuan utama kami adalah mendekatkan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan maupun pengobatan,” tutup Siti Faridah. (dkm)

Exit mobile version