SERANG, Mediabooster.news – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meresmikan 17 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Jumat (22/8/2025).
Program ini digagas untuk memperkuat dukungan terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digencarkan pemerintah pusat.
Dalam sambutannya, Yandri menegaskan pihaknya telah berkoordinasi erat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan keberlanjutan SPPG, tidak hanya di Banten, tetapi juga di sejumlah daerah lain seperti Yogyakarta yang sudah memiliki 14 unit SPPG yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).
“Kami paham benar jika desa adalah pihak yang paling merasakan dampak program MBG ini. Jika program ini terus dikawal, maka ekonomi desa pasti akan melejit. Mulai dari tenaga kerja, penyediaan bahan baku, hingga rantai pasok, semua berbasis desa,” ujar Yandri.
Ia menambahkan, program SPPG tidak hanya dipandang sebagai dapur penyedia makanan bergizi semata, melainkan juga sebagai simpul penggerak ekonomi masyarakat. Dengan melibatkan petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil di desa, SPPG diyakini mampu menciptakan ekosistem ketahanan pangan dari akar rumput.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa 17 SPPG yang diluncurkan di Banten murni hasil kemitraan dengan kontribusi masyarakat, tanpa menggunakan dana APBD.
“Setiap satu SPPG mampu mengelola dana hingga Rp10 miliar per tahun, menyerap sekitar 50 tenaga kerja langsung, dan menggandeng sedikitnya 15 pemasok lokal mulai dari beras, telur, ikan, sayur, hingga bumbu dan buah-buahan. Lebih dari 90 persen bahan baku dipasok langsung dari desa,” jelas Dadan.
Menurutnya, keberadaan SPPG menjadi investasi sosial-ekonomi sekaligus pendidikan jangka panjang. Selain memastikan gizi anak bangsa, program ini juga diharapkan mampu menarik generasi muda kembali ke desa untuk mengelola potensi lokal dan menghidupkan lahan produktif yang selama ini terbengkalai.
Pada kesempatan tersebut, Mendes Yandri bersama Kepala BGN turut menandatangani prasasti pendirian 17 SPPG. Bersama Gubernur Banten Andra Soni, mereka meresmikan SPPG yang berlokasi di kawasan Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun.
Acara peresmian turut dihadiri Kapolda Banten Brigjen Hengki, Forkopimda Provinsi Banten, Wali Kota Serang Budi Rustandi, Ketua DPW PAN Banten Irna Narulita, para alim ulama, serta masyarakat sekitar. Mendes juga didampingi Dirjen PEID Tabrani dan Staf Khusus Fahad Attamimi.
“Dengan adanya program ini, kami ingin memastikan desa-desa di Indonesia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, sesuai dengan cita-cita Presiden untuk membangun dari desa,” pungkas Yandri. (dkm)

