SERANG, Mediabooster.news – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Serang berlangsung kondusif dan penuh semangat kebersamaan. Lebih dari 5.000 buruh dari berbagai federasi memadati Lapangan Samator, Kawasan Modern Cikande, Minggu (3/5/2026).

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengapresiasi peringatan May Day yang berlangsung tertib dan positif. Ia menilai, suasana kondusif ini menjadi sinyal baik bagi pertumbuhan investasi di Kabupaten Serang.

“Ini suatu hal yang luar biasa, karena May Day dilaksanakan dengan hal yang positif dan kondusif. Ini penting untuk menjaga kepercayaan investasi di Kabupaten Serang,” ujar Ratu Zakiyah kepada wartawan di sela kegiatan.

Menurutnya, iklim investasi yang terus tumbuh akan berdampak langsung pada terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap peringatan May Day ke depan tetap menjadi ruang yang produktif dan membangun.

“Harapannya, investasi terus meningkat dan bermuara pada penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ratu Zakiyah juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberantas praktik percaloan tenaga kerja. Ia memastikan, Pemkab Serang telah membentuk Satuan Tugas Pungutan Liar (Satgas Pungli) yang aktif melakukan penindakan.

“Satgas sudah bekerja sama dengan kepolisian dan sudah ada yang diproses hingga tahap penyidikan. Ke depan harus lebih masif lagi agar praktik calo tenaga kerja bisa diminimalisir,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan praktik pungli atau menjadi korban calo kerja.

“Segera laporkan ke Disnakertrans jika melihat atau mengalami langsung. Partisipasi masyarakat sangat penting,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan, Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana, serta sejumlah kepala OPD.

Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, dalam peringatan May Day tersebut buruh menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya perbaikan infrastruktur dan pemberantasan calo tenaga kerja.

“Para buruh mengeluhkan minimnya penerangan jalan di kawasan industri, baik jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten. Selain itu, persoalan calo tenaga kerja juga menjadi sorotan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten siap menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.

“Ini praktik yang sudah lama terjadi dan melibatkan banyak pihak. Kami siap menindak tegas dengan hukuman seberat-beratnya,” tegas Andra.

Sementara itu, Ketua ASPSB Kabupaten Serang, Asep Saefullah, menyampaikan tiga tuntutan utama buruh pada May Day tahun ini. Pertama, evaluasi dan pengesahan Perda Ketenagakerjaan yang hingga kini belum dibahas DPRD. Kedua, perbaikan infrastruktur. Dan ketiga, pemberantasan calo tenaga kerja.

Asep bahkan menyoroti praktik percaloan yang dinilai sudah mengakar dan melibatkan berbagai pihak.

“Calo tenaga kerja bukan hanya dari internal perusahaan atau masyarakat, tapi juga ada oknum pejabat publik,” ungkapnya. (*)

Exit mobile version