KAB. SERANG, Mediabooster.news – Setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi memprihatinkan, SMPN 2 Tirtayasa yang dikenal masyarakat sebagai “SMP Duta”, akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Serang.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Kp. Berangbang, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, ini dipastikan akan segera direhabilitasi. Kepastian tersebut disampaikan saat kunjungan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Abdul Gofur.

Kunjungan ini sebelumnya juga dijadwalkan bersama Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, namun beliau berhalangan hadir karena padatnya agenda.

Dalam kesempatan tersebut, Aber Nurhadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk masyarakat dan komite sekolah, atas kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati, meskipun hari ini belum bisa hadir. Juga kepada komite, masyarakat, kepala sekolah, camat, dan kepala desa yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap sekolah ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kondisi SMPN 2 Tirtayasa sebelumnya cukup memprihatinkan, baik dari sisi sarana maupun kedisiplinan belajar. Namun kini mulai menunjukkan perubahan yang signifikan.

“Pertama kali saya datang ke sini, kondisinya terbuka, lapangan tidak tertata, bahkan aktivitas belajar belum optimal. Tapi sekarang alhamdulillah semakin baik proses belajar meningkat, gurunya semakin solid, dan dukungan masyarakat juga sangat tinggi,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Serang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp831,98 juta untuk rehabilitasi sekolah tersebut. Rinciannya, Rp619,38 juta untuk perbaikan tiga ruang kelas dan Rp212,38 juta untuk pembangunan satu unit UKS.

“Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah bersama DPRD dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kami juga terus berupaya agar sekolah ini bisa mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat,” tambah Aber.

Ia juga menyoroti peningkatan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMPN 2 Tirtayasa. Jika sebelumnya sekolah kekurangan murid, kini justru mulai membatasi penerimaan karena keterbatasan ruang kelas.

“Ke depan, kita dorong penambahan ruang kelas agar masyarakat tidak perlu sekolah jauh. Ini penting untuk menjawab kebutuhan pendidikan di wilayah ini,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Abdul Gofur, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses pembangunan tersebut agar berjalan sesuai harapan.

“Sekolah ini berada di wilayah pesisir yang cukup menantang, bahkan sempat terdampak banjir. Maka perhatian pemerintah harus maksimal. Kami akan terus mengawal agar pembangunan ini benar-benar terealisasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala SMPN 2 Tirtayasa, Ahmad Jahri, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah lama mengusulkan perbaikan melalui sistem Dapodik.

“Kerusakan sekolah ini sudah lama kami laporkan melalui Dapodik, sehingga bisa terdeteksi oleh pemerintah pusat maupun daerah. Alhamdulillah, tahun ini akhirnya bisa direalisasikan,” katanya.

Ia menjelaskan, bangunan sekolah yang berdiri sejak awal 2000-an itu mengalami kerusakan cukup parah dalam beberapa tahun terakhir, sehingga sangat membutuhkan penanganan serius.

“Dengan adanya rehabilitasi ini, diharapkan SMPN 2 Tirtayasa dapat menjadi sekolah yang lebih layak, nyaman, dan mampu mendukung proses belajar mengajar secara optimal,” pungkasnya. (dkm)

Exit mobile version