SERANG, Mediabooster – Pelaksanaan penyembelihan 1.000 ekor domba kurban yang digelar Pemerintah Kabupaten Serang secara serentak di lakukan 29 kecamatan dan OPD, menjadi momentum refleksi spiritual dan sosial bagi seluruh masyarakat Kabupaten Serang.

Hal itu diutarakan, Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang, Febriyanto, saat ikut dalam pelaksanaan pemotongan kurban yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kamis (28/5/2026).

Ia menyampaikan, kurban tahun ini mengandung pesan mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan tanggung jawab sosial.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan penyembelihan seribu ekor kambing yang akan disalurkan kepada masyarakat. Ini bukan hanya tentang jumlah, tetapi tentang bagaimana amanah ini bisa tepat guna, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan kurban serentak dalam skala besar ini merupakan bentuk nyata gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan secara bersama-sama.

“Ini adalah kebersamaan. Seribu domba disembelih dalam satu hari, di 29 kecamatan, dan langsung dibagikan. Ini bukan hal biasa, ini adalah kekuatan kebersamaan yang lahir dari niat tulus untuk berbagi,” ungkapnya.

Lebih dalam, Febriyanto mengajak masyarakat untuk memahami hakikat kurban sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Ia menegaskan bahwa ibadah kurban mengandung pelajaran besar dari kisah Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail.

“Kurban mengajarkan kita tentang keikhlasan tanpa batas. Bagaimana seorang hamba rela mengorbankan yang paling dicintainya demi ketaatan kepada Allah. Namun di balik itu, Allah menunjukkan kasih sayang-Nya dengan menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa nilai kurban tidak berhenti pada penyembelihan hewan, melainkan pada bagaimana manusia mampu mengorbankan ego, keserakahan, dan rasa memiliki yang berlebihan.

“Inilah esensi kurban. Kita belajar melepaskan, belajar ikhlas, dan belajar peduli. Bagi yang memiliki kelebihan harta, inilah saatnya berbagi. Karena sejatinya, harta yang kita miliki juga ada hak orang lain di dalamnya,” tuturnya.

Menutup penyampaiannya, Febriyanto mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Serang untuk menjadikan momentum Iduladha sebagai titik balik dalam memperkuat keimanan dan kepedulian sosial.

“Semoga kurban ini tidak hanya menjadi ibadah ritual, tetapi juga membangun rasa empati, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Serang,” pungkasnya. (dkm)

Exit mobile version