SERANG, Mediabooster.news – Rangkaian kegiatan Sultan Jawara Law Festival (SJLF) III Tahun 2026 resmi berakhir. Closing Ceremony digelar di Convention Hall Gedung Rektorat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Kampus Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (30/9/2026).
Penutupan SJLF III 2026 secara resmi dilakukan oleh Wakil Dekan I Fakultas Hukum Untirta, Dr. Firdaus, mewakili Dekan Fakultas Hukum Untirta Ferry Faturokhman.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Dekan II FH Untirta Ikomatussuniah, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama Hj. Lia Riesta Dewi, Ketua Pelaksana SJLF III Mujadiddah Aslamiyah, para dosen pendamping, serta para peserta lomba.
Ketua Pelaksana SJLF III 2026, Mujadiddah Aslamiyah, sebelumnya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti peserta dari 27 perguruan tinggi di Indonesia.
Setelah melalui sejumlah tahapan seleksi, sebanyak tujuh perguruan tinggi berhasil melaju ke babak final dan berkompetisi dalam tiga kategori, yakni Debat Hukum, Legislative Drafting, dan Lomba Surat Dakwaan.
Dalam Closing Ceremony, panitia mengumumkan sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang dari masing-masing kategori lomba.
Lomba Surat Dakwaan Nasional: Juara 1 (Universitas Pamulang), Juara 2 (Universitas Andalas), Juara 3 (Universitas Indonesia)
Lomba Debat Hukum Nasional: Juara 1 (Universitas Diponegoro), Juara 2 (Universitas Muhammadiyah Malang), Juara 3 (Universitas Pasundan), Juara Harapan 1 (Universitas Trisakti)
Lomba Legislative Drafting Nasional: Juara 1 (Universitas Brawijaya), Juara 2 (Universitas Diponegoro), Juara 3 (Universitas Udayana)
Berkas Terbaik: Universitas Brawijaya
Wakil Dekan III FH Untirta, Hj. Lia Riesta Dewi, mengatakan seluruh rangkaian SJLF III 2026 berjalan lancar dan sesuai dengan rencana.
“Alhamdulillah, kegiatannya berjalan lancar dan sukses. Semuanya sesuai dengan yang direncanakan,” ujarnya.
Menurutnya, SJLF tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman bagi para peserta untuk mengenal budaya dan sejarah Banten.
Para peserta, kata Lia, juga diajak mengikuti city tour ke kawasan Banten Lama setelah menjalani rangkaian kompetisi dan babak final.
“Setelah mereka mengikuti kompetisi dan mempersiapkan presentasi serta menjawab pertanyaan para juri, mereka juga diajak mengenal budaya Banten melalui city tour ke Banten Lama,” katanya.
Lia berharap pelaksanaan SJLF IV pada 2027 dapat berlangsung lebih baik dan lebih meriah.
“Insyaallah, SJLF IV tahun 2027 akan kita laksanakan lebih baik dan lebih meriah lagi,” ujarnya.
Kepada seluruh peserta, ia berpesan agar tidak mudah menyerah meskipun belum berhasil menjadi juara pertama.
“Jangan pernah menyerah. Yang hari ini belum menjadi juara satu, masih memiliki kesempatan. Universitas Brawijaya misalnya, tahun lalu juara dua dan tahun ini berhasil menjadi juara satu,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Universitas Brawijaya yang mengikuti kategori Legislative Drafting mengaku mendapatkan pengalaman positif selama mengikuti SJLF III 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan SJLF III berlangsung menarik, mulai dari fasilitas hingga pelaksanaan kompetisi.
“SJLF sangat keren sekali, mulai dari hotel, makanan dan lain sebagainya. Kompetisinya juga oke banget dan panitianya sangat responsif,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada panitia dan berharap dapat kembali berpartisipasi dalam penyelenggaraan SJLF berikutnya.
“See you di SJLF IV,” pungkasnya. (dkm)


