KAB. SERANG, Mediabooster.news – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Damping, Desa Damping, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui usaha peternakan bebek petelur. Saat ini, BUMDes Sejahtera Damping mengelola sebanyak 500 ekor bebek petelur jenis pepulor yang sudah memasuki masa produksi.
Direktur BUMDes Sejahtera Damping, Bahil, mengatakan bahwa bebek yang dikelola merupakan bibit siap produksi, sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk bertelur.
“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai bertelur. Dalam sehari produksi telur sudah mencapai sekitar 250 butir. Kondisi bebek juga sehat,” ujarnya.
Menurut Bahil, bebek petelur tersebut telah dipelihara selama sekitar tiga bulan. Untuk kebutuhan pakan, setiap hari BUMDes menghabiskan sekitar 130 kilogram pakan yang terdiri dari konsentrat, dedak, roti, serta tambahan pakan alami berupa keong. Keong diperoleh dari area persawahan sekitar desa, yang dibeli langsung dari masyarakat.
“Untuk keong kami beli dari warga dengan harga dua ribu rupiah per kilogram. Ini juga menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat sekitar. Sedangkan roti kami ambil dari pengepul dengan harga sekitar tiga ribu rupiah,” jelasnya.
Dari sisi pengelolaan, Bahil menyebutkan bahwa peternakan bebek dilakukan dengan sistem full kandang, sehingga perawatannya relatif mudah dan tidak terlalu ribet. Hingga saat ini, tidak ditemukan kendala berarti, termasuk tingkat kematian ternak yang sangat minim.
Untuk pemasaran, telur bebek hasil produksi BUMDes Sejahtera Damping cukup mudah diserap pasar. Selain dijual kepada pengepul, BUMDes juga menyuplai telur ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG di wilayah Pamaraan.
“Kemarin kami mengirim sebanyak 2.362 butir telur ke MBG dengan harga Rp1.900 per butir. Kalau ke masyarakat, khusus untuk telur asin, kami jual sekitar Rp2.000 per butir,” ungkap Bahril.
Ia menambahkan, usaha ternak bebek petelur dipilih karena ketersediaan telur bebek di wilayah tersebut masih terbatas. Selain itu, bebek petelur memiliki masa produksi yang cukup panjang, bisa mencapai dua tahun dengan dua kali masa produksi. Meski demikian, terdapat masa jeda atau mabung sekitar dua bulan di mana bebek tidak bertelur, sehingga produksi sempat menurun.
Ke depan, BUMDes Sejahtera Damping berencana mengembangkan usaha dengan pengadaan mesin penetas telur guna mengganti bebek yang sudah tidak produktif. Selain peternakan bebek, BUMDes juga merencanakan pengembangan sektor pertanian dengan menanam cabai rawit sebanyak sekitar 1.000 batang sebagai tahap awal.
“Harapan kami ke depan, BUMDes bisa terus berkembang, menghasilkan profit, dan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan desa,” kata Bahil.
Di akhir, BUMDes Sejahtera Damping menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Damping yang telah mempercayakan pengelolaan dana ketahanan pangan sebesar 20 persen kepada BUMDes.
“Dengan adanya program ini, masyarakat bisa ikut berpartisipasi, mulai dari menjaga kandang hingga mencari pakan, sehingga ada tambahan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (dkm)