BANTEN, Mediabooster.news – Tudingan adanya permasalahan ketidak handalan sistem online yang tidak berjalan transparan dan adanya isu permainan uang pada PPDB tahun ajaran 2022/2023 di beberapa SMA Negeri di Wilayah Tanggerang sebagaimana disampaikan oleh Kepala Keasistenan Laporan Ombudsman R.I. Perwakilan Banten yang disampaikan di beberapa media lokal.
Ketua Perkumpulan Maha Bidik Indonesia (MBI) Moch Ojat Sudrajat angkat bicara melalui siaran pers rilis tertulisnya.
Tertulis, bahwa tudingan tersebut menurut dirinya sangat serius. Apalagi disampaikan setelah diumumkannya Penerimaan Siswa Baru SMA/SMKN khususnya yang lolos jalur Zonasi.
“Kami meminta Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten dapat membuktikan tudingannya tersebut. Akan tetapi jika tudingan tersebut tidak dapat dibuktikan maka tentunya minimal harus ada Klarifikasi dari Ombudsman Ri Perwakilan Provinsi Banten,” tegasnya.
Menurut Ojat para panitia PPDB di sekolah-sekolah sudah sangat bekerja keras. Dengan adanya tudingan tersebut juga setidaknya akan dapat mempengaruhi psikolog para Panitia PPDB di seluruh sekolah, khususnya di wilayah yang ditudingkan yakni wilayah Tanggerang.
“Maka menurut pendapat kami, jika hal tersebut benar dilakukan maka dapat dikatakan sangat nekad. Karena tentunya saat diumumkan hasil zonasi seharusnya setiap panitia PPDB di sekolah mengumumkan nama siswa berikut jarak-nya ke sekolah sebagai bentuk transparasi,” tulisnya.
“seharusnya apabila belum ada bukti konkrit-nya terkait Permainan Uang pada Pelaksanaan PPDB Tahun ajaran 2022/2023 khususnya di Tangerang, alangkah bijaknya jika tidak di ekpose dulu keluar, dan mengedepankan asas Praduga Tak Bersalah. Kami yakin jika terbukti tentunya pihak Pemprov Banten akan menindak tegas sesuai dengan aturan perundang – undangan yang berlaku,” tulisnya.
Berdasarkan pantauan yang terlihat di lapangan, Ketua MBI yang juga merupakan Akademisi Banten menulis bahwa benar ada permasalahan pada PPDB 2022 ini akan tetapi lebih terjadi pada saat pendaftaran online yang dimungkinkan permasalahan di bandwitch atau server. akan tetapi hal ini sudah diantisipasi dengan adanya helpdesk di sekolah – sekolah beberapa waktu sebelum pelaksanaan.
“PPDB 2022 ini Kami pun berdialog dengan beberapa Kepala Sekolah khususnya SMA yang dianggap favorit dan mereka memastikan kesiapan mereka. Kami juga berpendapat sampai dengan saat ini PPDB 2022 berjalan lebih baik jika dibandingkan dengan PPDB Tahun 2021,” tulisnya.
Untuk hal ini, Ketua Maha Bidik Indonesia mengajak untuk bersama – sama mengawal PPDB Tahun ajaran 2022/2023 ini dengan Profesional agar bisa akuntable dan transparan, Tutupnya. (*)

