PESISIR BARAT, Mediabooster.news – Dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029 mulai terasa, termasuk di Kabupaten Pesisir Barat. Sejumlah nama mulai diperbincangkan, salah satunya anggota DPRD Provinsi Lampung, Nuril Anwar. SE.

Dalam kontestasi politik, kepemimpinan tidak lahir dari momentum sesaat, melainkan melalui proses panjang yang menuntut konsistensi dan daya tahan. Hal ini dinilai tengah dijalani oleh Nuril Anwar yang saat ini memasuki periode keduanya di DPRD Provinsi Lampung.

Pada Pemilu 2024, Nuril berhasil meraih 21.042 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung IV yang meliputi Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Tanggamus. Raihan tersebut menjadi modal politik awal yang cukup signifikan.

Basis dukungan yang tersebar di tiga kabupaten perlu dikonsolidasikan menjadi kekuatan yang lebih solid di Pesisir Barat jika ingin melangkah ke kontestasi eksekutif.

Pengalaman Nuril selama hampir satu dekade di legislatif provinsi juga dinilai menjadi keunggulan tersendiri. Posisi tersebut memberikan akses strategis dalam memperjuangkan program pembangunan daerah melalui kebijakan dan anggaran di tingkat provinsi.

“Lima tahun ke depan akan menjadi masa pembuktian dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Pesisir Barat yang berkeadilan,” demikian pandangan sejumlah pengamat.

Selain kekuatan struktural, faktor kedekatan dengan semua lapisan masyarakat juga menjadi nilai tambah. Sebagai putra daerah, Nuril memiliki kedekatan dengan tokoh adat dan masyarakat, khususnya di wilayah Krui yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kultural.

Meski demikian, persaingan menuju Pilkada 2029 diprediksi akan semakin menguakan posisinya. Walau sejumlah figur dari kalangan birokrat maupun pengusaha berpotensi meramaikan bursa calon dengan membawa kekuatan masing-masing.

Nuril dinilai sudah menunjukkan kinerja konkret melalui perannya di DPRD Provinsi, khususnya dalam mendorong pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor pariwisata, serta peningkatan kesejahteraan nelayan dan petani.

Keberhasilan dalam memperjuangkan isu-isu tersebut diyakini akan menjadi tolok ukur bagi publik dalam menilai kelayakannya memimpin Pesisir Barat ke depan.

Bagi Nuril Anwar pembuktikan kapasitas dan konsistensi menjadi jiwa dalam pengabdiannya, dengan demikian masyarakat akan memahami rekam jejak tersebut cukup untuk mengantarkannya menuju kursi kepemimpinan daerah.

Pilkada 2029 bukan sekadar agenda politik, melainkan tujuan dari proses panjang yang kini mulai dibangun.(***)

Exit mobile version