
SERANG, Mediabooster.news — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang tengah menyiapkan agenda besar bertajuk Pesta Budaya Lintas Agama, yang dijadwalkan digelar pada Januari 2026 bertepatan dengan Hari Amal Bakti Kementerian Agama.
Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat harmoni sosial, toleransi, dan kebersamaan antarumat beragama di Kota Serang, sekaligus mempertegas identitas daerah sebagai kota yang damai, inklusif, dan berbudaya.
Ketua FKUB Kota Serang, KH. Matin Syarkowi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Diklat Kader Kerukunan Umat Beragama yang baru saja dibuka oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi, di Kebun Kebangsaan, Walantaka, Kamis (24/10/2025).
“Konsepnya adalah kolaborasi budaya antarumat beragama. Setiap agama akan menampilkan seni dan budayanya masing-masing, sekaligus menjaga satu sama lain dalam menjalankan ibadahnya. Ini bukan mencampuradukkan ajaran, tapi memperkuat rasa saling menghormati,” ujar KH. Matin.
Menurutnya, pesta budaya tersebut akan diramaikan dengan pawai lintas budaya, pertunjukan seni, serta bazar UMKM, sebagai wujud sinergi antara nilai keagamaan, kearifan lokal, dan ekonomi kreatif masyarakat.
“Kami ingin acara ini menjadi ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas Kota Serang sebagai kota yang damai, inklusif, dan berbudaya,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif FKUB dalam menyelenggarakan kegiatan yang menumbuhkan semangat toleransi dan kebersamaan lintas agama.
“Kita ingin Kota Serang dikenal sebagai kota yang damai, sejahtera, dan terbuka bagi semua. Tidak ada lagi istilah mayoritas atau minoritas, semua hidup berdampingan dengan damai,” tegas Budi.
Budi menilai, kegiatan lintas agama seperti ini tidak hanya memperkuat fondasi sosial, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya yang berdampak langsung terhadap perekonomian daerah.
“Kalau semua budaya ditampilkan, ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Saya ingin pengunjung dari luar daerah datang ke Kota Serang, menginap, dan berbelanja di sini. Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.
Lebih lanjut, KH. Matin Syarkowi menambahkan bahwa semangat keterbukaan dan toleransi telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Serang sejak masa Kesultanan Banten.
“Sejak dulu, Sultan Banten sudah menunjukkan sikap terbuka terhadap keberagaman. Itu yang membuat Banten maju, dan nilai itu harus terus kita jaga,” ucapnya. (***)
