
SERANG, Mediabooster.news – Ketua DPRD Kabupaten Serang , Bahrul Ulum, menilai perjalanan satu tahun kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Serang M. Najib Hamas menunjukkan capaian yang cukup baik dari sisi administrasi pemerintahan, pelaksanaan program, dan agenda pembangunan daerah.
Meski demikian, Ulum mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari aspek administratif semata, tetapi juga dari sejauh mana manfaat program-program tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Perjalanan satu tahun ini tentu kita tidak hanya melihat dari sisi administratif, program, maupun agenda-agenda yang sudah berjalan. Kalau dari sisi itu saya kira sudah on track dan ada penilaian yang bagus,” ujar Ulum, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, evaluasi yang lebih penting adalah melihat hasil nyata atau output dari berbagai program yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Serang selama satu tahun terakhir.
“Yang harus kita lihat secara utuh adalah kebermanfaatan output program yang sudah dijalankan ini seperti apa di tengah-tengah masyarakat. Jadi bagusnya bukan hanya dalam tataran administratif dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung,” katanya.
Bahrul menilai, penilaian terhadap kinerja pemerintah daerah harus dilakukan secara komprehensif agar capaian yang ada benar-benar dapat diukur berdasarkan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam evaluasinya, politisi Golkar ini juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah penting bagi Pemerintah Kabupaten Serang. Ia berharap program Pengolahan Sampah Lokal (PSL) yang tengah dijalankan dapat berjalan optimal dan memberikan solusi terhadap persoalan sampah di berbagai wilayah.
“Yang perlu dipertajam salah satunya adalah persoalan pengelolaan sampah. Mudah-mudahan dengan program PSL ini berjalan lancar dan bisa menjadi sumbangsih besar bagi Kabupaten Serang dalam menangani persoalan sampah yang ada,” ungkapnya.
Selain itu, Ulumoptimistis target pendapatan daerah tahun ini dapat tercapai. Ia berkaca pada tren realisasi pendapatan daerah dalam beberapa tahun terakhir yang menunjukkan capaian positif.
“Kalau dari sisi pendapatan, berdasarkan proyeksi yang sudah ditargetkan, saya kira insya Allah bisa terwujud. Karena kalau melihat perjalanan tahun-tahun sebelumnya, persentase pencapaiannya cukup baik,” jelasnya.
Namun demikian, Ulum memberikan catatan khusus terkait realisasi belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai masih belum maksimal memasuki semester pertama tahun anggaran 2026.
Menurutnya, percepatan belanja daerah sangat penting agar program-program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan pelayanan publik dapat segera dirasakan manfaatnya.
“Yang harus menjadi catatan adalah belanja OPD yang masih belum maksimal di semester pertama atau memasuki kuartal kedua ini. Saya berharap belanja-belanja OPD yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan pelayanan publik bisa segera direalisasikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, percepatan pelaksanaan program dan penyerapan anggaran akan menghindari penumpukan pekerjaan maupun belanja daerah pada akhir tahun anggaran.
“Agar tidak mepet waktu di akhir tahun anggaran. Program yang menyentuh masyarakat harus dipercepat sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan,” pungkasnya. (dkm)

