
SERANG, Mediabooster.news – Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Desa Kadubeureum, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten. Pemerintah Desa Kadubeureum menggelar Festival Lomba Durian yang khusus diikuti warga setempat, Kamis (13/8/2026).
Festival yang berlangsung di halaman Kantor Desa Kadubeureum itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga yang memiliki pohon durian di pekarangan rumah maupun kebun membawa hasil panennya untuk diadu kualitas dalam ajang perdana tersebut.
Beragam durian lokal ditampilkan dan dinilai oleh tim juri yang melibatkan unsur Kecamatan Pabuaran, Polsek Pabuaran, Koramil Pabuaran, pendamping desa, serta Koperasi Desa Merah Putih.

Kepala Desa Kadubeureum, Mukhlas, mengatakan Festival Durian merupakan kegiatan perdana yang digelar pemerintah desa. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana silaturahmi sekaligus upaya menggali kembali potensi durian lokal yang selama ini belum banyak dikenal.
“Ini festival durian yang pertama kali kami gelar. Selain untuk silaturahmi, kami ingin mengangkat kembali potensi durian lokal Kadubeureum yang selama ini mungkin sudah tidak terlalu terdengar,” ujar Mukhlas.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat semakin antusias merawat dan mengembangkan tanaman durian sehingga ke depan Festival Durian bisa menjadi salah satu ikon Desa Kadubeureum.
Mukhlas juga mengaitkan potensi durian dengan sejarah penamaan Desa Kadubeureum. Menurutnya, nama Kadubeureum yang menggunakan kata kadu atau durian diyakini memiliki kaitan dengan keberadaan tanaman durian yang sejak dahulu tumbuh di wilayah tersebut.
“Tidak mungkin nenek moyang kita dahulu memberikan nama Kadu Beureum tanpa alasan. Tentu ada sesuatu yang menjadi keistimewaan, salah satunya potensi kadu atau durian di daerah ini,” katanya.
Menurut Mukhlas, hampir setiap kampung di Desa Kadubeureum memiliki warga yang menanam durian. Dari total 19 RT, setidaknya terdapat sekitar empat wilayah RT yang tidak memiliki kebun durian.
Karena itu, Pemerintah Desa Kadubeureum berencana membuat kegiatan yang lebih besar pada tahun depan. Festival tersebut tidak hanya berupa perlombaan, tetapi juga akan dikembangkan menjadi bazar atau pasar durian.
“Insyaallah tahun depan kita adakan event yang lebih besar. Kita akan membuat bazar atau pasar durian untuk memberikan wadah kepada para petani durian di Kadubeureum menunjukkan kualitas durian mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang juri, Deden Kurniawan, menjelaskan penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria. Menurutnya, ada empat aspek utama yang menjadi perhatian juri, yakni bentuk buah atau tampilan setelah dibelah, cita rasa, ketebalan daging, serta tekstur dan karakter daging durian.
“Yang paling utama adalah cita rasa, mulai dari rasa manis yang bercampur pahit secara seimbang. Kemudian ketebalan daging juga menjadi penilaian karena memengaruhi cita rasa,” jelas Deden.
Dari hasil penilaian, tiga durian terbaik berhasil ditetapkan sebagai juara.
Juara pertama diraih durian bernama Si Hulk milik Bapak Roni, dari Kp. Cileuweung. Durian tersebut dinilai memiliki cita rasa manis dan pahit yang seimbang, warna daging kuning, tekstur lembut, serta ketebalan daging yang maksimal.
“Si Hulk ini rasanya dominan manis, pahitnya dapat, legitnya juga dapat. Warnanya kuning, teksturnya lembut dan ketebalan dagingnya maksimal, bahkan menyerupai karakter durian internasional,” ujar Deden.
Sementara juara kedua diraih durian bernama Si Kunir milik Bapak RT Basuni. Kp. Ciceblok Durian tersebut memiliki tekstur lembut, warna kuning dominan, serta cita rasa manis yang berpadu dengan sedikit rasa pahit.
Sedangkan juara ketiga diraih durian bernama Cisalak milik Bapak Arya, kp.cisitu barat. Durian ini memiliki tekstur cenderung kering dan creamy dengan rasa manis yang cukup dominan.
Deden berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, khususnya para petani durian.
“Alhamdulillah pelaksanaan festival berjalan lancar. Semoga ke depan kegiatan ini bisa semakin besar dan mampu mengangkat ekonomi masyarakat, khususnya para petani durian yang saat ini sedang memasuki musim panen,” pungkasnya.
Festival Durian Kadubeureum pun menjadi warna tersendiri dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dari halaman kantor desa, potensi buah lokal yang selama ini tumbuh di kebun-kebun warga mulai diperkenalkan kembali, sekaligus membuka peluang menjadikan durian Kadubeureum sebagai ikon dan kekuatan ekonomi desa. (dkm)
