
SERANG , Mediabooster.news – Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, menyalurkan bantuan sembako kepada 21 warga yang terdata memiliki indikasi tuberkulosis (TBC). Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door) oleh Kepala Desa Sindangheula, Suheli, bersama staf desa, Kamis (22/10/2026).
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa sekaligus bagian dari upaya mendukung pencegahan dan penanganan TBC di lingkungan masyarakat.
Kepala Desa Sindangheula, Suheli, mengatakan program bantuan tersebut telah dianggarkan melalui Dana Desa sebagai bentuk perhatian pemerintah desa terhadap warga yang membutuhkan dukungan terkait persoalan kesehatan.
“Penyaluran bantuan sembako ini merupakan salah satu upaya kami dalam mendukung pencegahan dan penanganan TBC di Desa Sindangheula. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan perhatian kepada warga yang terdata memiliki indikasi TBC, sekaligus membantu meringankan kebutuhan mereka,” ujar Suheli.
Menurutnya, penanganan TBC tidak hanya membutuhkan perhatian dari tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan pemerintah desa, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Karena itu, ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para penerima sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.
“Bantuan ini sudah kami anggarkan melalui Dana Desa. Kami berharap program ini bisa membantu warga yang membutuhkan dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menangani TBC di desa kami,” tambahnya.
Suheli juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala TBC dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang mencurigakan. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan menjalani pengobatan sesuai arahan tenaga kesehatan.
Melalui program ini, Pemerintah Desa Sindangheula berharap dukungan terhadap warga dapat terus ditingkatkan serta upaya pencegahan dan penanganan TBC dapat berjalan lebih optimal, dengan tetap menjaga privasi dan menghindari stigma terhadap warga yang terdampak. (dkm)
