
SERANG, Medianbooster.news – Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, dipilih menjadi lokasi percontohan atau pilot project pengembangan desa eduwisata berbasis potensi lokal. Program ini merupakan inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Program bertajuk Inisiasi Eduwisata Kampung Sapu Lidi Berbasis Pemberdayaan Perempuan sebagai Upaya Mendukung SDGs tersebut mulai diperkenalkan melalui kunjungan puluhan siswa-siswi MTs Negeri 1 Kota Serang ke Desa Sindangheula, Sabtu (31/10/2026).
Dosen Pembimbing yang juga dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Untirta, Euis Sri Nurhayati, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Sindangheula didasarkan pada potensi lokal yang dimiliki masyarakat, khususnya tradisi kerajinan sapu lidi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, kerajinan sapu lidi bukan sekadar aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai pengetahuan, budaya, dan pemberdayaan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata edukasi.
“Kami mencoba bekerja sama dengan Desa Sindangheula untuk menginisiasi Eduwisata Kampung Sapu Lidi berbasis pemberdayaan perempuan sebagai upaya mendukung SDGs. Kami melihat ada potensi yang sangat berharga di desa ini, yaitu tradisi kerajinan sapu lidi yang sudah berlangsung secara turun-temurun,” ungkap Euis.
Ia mengatakan, potensi tersebut perlu diperkenalkan lebih luas agar masyarakat, khususnya generasi muda, mengetahui proses pembuatan sapu lidi sekaligus memahami bagaimana sebuah kerajinan sederhana dapat menghidupkan perekonomian masyarakat desa.
“Kami ingin membangun pengetahuan bahwa dari sebuah sapu lidi, ada proses panjang dan tradisi yang mampu menghidupkan ekonomi masyarakat. Potensi ini ingin kami kembangkan agar bisa menjadi sebuah kawasan eduwisata,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya sengaja melibatkan para siswa sekolah sebagai bagian dari uji coba penyusunan paket wisata edukasi. Para siswa tidak hanya diajak berkunjung, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar secara langsung melalui aktivitas masyarakat.
Rombongan siswa MTs Negeri 1 Kota Serang terlebih dahulu tiba di Kantor Desa Sindangheula dan disambut langsung Kepala Desa Sindangheula, Suheli. Selanjutnya, para siswa diajak mengunjungi rumah warga yang menjadi tempat produksi sapu lidi untuk melihat sekaligus mempraktikkan proses pembuatannya.
Setelah mengenal kerajinan lokal, rombongan melanjutkan kunjungan ke Bendungan Sindangheula. Di lokasi tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah, fungsi, serta manfaat bendungan bagi masyarakat dari Kepala Desa Suheli.
Euis menambahkan, Desa Sindangheula memiliki sejumlah potensi lain yang dapat dikembangkan sebagai satu kesatuan paket wisata, mulai dari kerajinan sapu lidi, Bendungan Sindangheula, hingga potensi pertanian dan kehidupan masyarakat perdesaan.
“Kami sedang mencoba membuat paket-paket wisata yang menarik. Anak-anak sekolah ini menjadi bagian dari uji coba untuk melihat bagaimana pengalaman belajar yang kami tawarkan. Mereka bisa melihat langsung aktivitas para pengrajin, mencoba membuat sapu lidi, sekaligus menikmati potensi alam yang dimiliki desa,” katanya.
Ia berharap, kegiatan inisiasi tersebut tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program berkelanjutan yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat desa.
“Kami berharap setelah program ini selesai, desa bisa mandiri dan mengembangkan program ini menjadi salah satu produk unggulan desa. Ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi melalui tridarma, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menghubungkan pengetahuan akademis dengan potensi yang ada di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangheula, Suheli, menyambut baik inisiatif FISIP Untirta yang menjadikan desanya sebagai lokasi pengembangan eduwisata berbasis potensi lokal.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Desa Sindangheula kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi baru bagi warga.
“Alhamdulillah, hari ini kami kedatangan rombongan dari MTs Negeri 1 Kota Serang dalam rangka kegiatan eduwisata. Kegiatan ini sekaligus menjadi launching pengembangan eduwisata Desa Sindangheula. Mereka berkunjung ke desa, melihat langsung UMKM sapu lidi, kemudian melanjutkan wisata edukasi ke Bendungan Sindangheula,” ujar Suheli.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan menyambut baik pengembangan eduwisata tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar program ini dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian desa.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Desa Sindangheula untuk bersama-sama menyambut kegiatan ini demi kemajuan desa. Dengan adanya eduwisata, kami berharap perekonomian masyarakat semakin meningkat, UMKM berkembang, dan potensi desa semakin dikenal luas,” ungkapnya.
Suheli juga mengundang masyarakat, sekolah, maupun komunitas untuk datang ke Desa Sindangheula dan menikmati wisata sambil belajar mengenai kerajinan sapu lidi serta potensi alam yang dimiliki desa.
“Silakan datang ke Desa Sindangheula. Kami siap menyambut siapa saja yang ingin berwisata sambil belajar. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk kemajuan desa, sesuai slogan kami, maju desanya, bahagia warganya,” pungkasnya. (dkm)
