
SERANG, Mediabooster.news – Sebanyak 45 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Angkatan 3 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar kegiatan praktik Stase Keperawatan Komunitas dan Keluarga di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Sindangheula tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keperawatan sekaligus berkontribusi dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut dosen pembimbing yang juga Ketua Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Untirta, Ns. Eli Amaliyah, Ph.D., beserta jajaran, Kepala Desa Sindangheula Suheli, tenaga kesehatan dari Puskesmas Pabuaran, Bidan Desa, para kader serta masyarakat setempat.
Dalam rangkaian kegiatan itu, mahasiswa menggelar penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi, senam hipertensi, serta pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan asam urat.
Ketua Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Untirta, Ns. Eli Amaliyah, Ph.D., mengatakan, praktik keperawatan komunitas merupakan proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan praktik di Desa Sindangheula telah berlangsung selama lima minggu, mulai 28 September hingga 31 Oktober 2026. Selama periode tersebut, sebanyak 45 mahasiswa menjalankan berbagai program kesehatan dengan dukungan pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, pemerintah desa dan masyarakat sangat mendukung program-program yang kami laksanakan. Hari ini merupakan rangkaian akhir kegiatan praktik mahasiswa, yang diisi dengan penyuluhan hipertensi, senam hipertensi, dan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi. Melalui pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya sehingga dapat melakukan langkah pencegahan maupun penanganan lebih lanjut apabila ditemukan faktor risiko.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, praktik lapangan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam memberikan pelayanan keperawatan di lingkungan komunitas.
Eli berharap, pengalaman selama lima minggu tersebut dapat memperkaya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa, sekaligus memperkuat kontribusi institusi pendidikan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah sekitar kampus.
Sementara itu, Kepala Desa Sindangheula, Suheli, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Untirta, khususnya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta para mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan di desanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Kesehatan Untirta dan mahasiswa yang telah menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan, senam sehat, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat Desa Sindangheula,” ungkap Suheli.
Ia berharap, kegiatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus terjalin dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Serang. (dkm)
