
SERANG, Mediabooster. News – Usai Training of Trainer kepada 25 dosen dan mahasiswa Unsera untuk melatih para petani memitigasi Heatstroke. Universitas Serang Raya (UNSERA) bersama National University of Singapore (NUS) dan Hong Kong Metropolitan University (HKMU) mengadakan program pengabdian masyarakat di Kec. Tirtayasa, Kab. Serang, pada hari Kamis, 26 September 2024.
Dengan tajuk “Climate Change Program” kegiatan yang diselenggarakan di SMK Muhammadiyah Tirtayasa tersebut dirangkaikan dengan edukasi tentang dampak perubahan iklim terhadap kesehatan dan risiko heatstroke dan penanaman puluhan pohon.
Kegiatan ini diikuti oleh para petani setempat yang sangat rentan terhadap cuaca ekstrem dan dipandu khusus oleh gabungan beberapa dosen dari fakultas dan program studi yang berbeda secara role-playing.
ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada para petani tentang upaya penanganan dini berupa aksi mitigasi melalui penanaman pohon penghijauan, pelindung dan cara pencegahan serangan panas di sawah serta tindakan yang perlu dilakukan jika heatstroke terjadi.
Perlu diketahui dampak perubahan iklim secara global telah menjadi perhatian masyarakat dan bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia.
Rektor UNSERA, Dr. H. Abdul Malik, M.Si, mengatakan, upaya penanganan dini berupa aksi mitigasi melalui penanaman pohon penghijauan, menurutnya sangat penting sebagai bentuk peran aktif untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan kesehatan masyarakat.
“Kolaborasi ini adalah salah satu wujud nyata UNSERA dalam berkontribusi pada isu-isu global, termasuk perubahan iklim dan kesehatan masyarakat.” ucapnya.
Rektor pun mengatakan, Program Climate Change ini memberikan dampak positif dengan meningkatkan kesadaran petani mengenai perubahan iklim dan pencegahan heatstroke.
Program ini juga membantu membangun solidaritas antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim” tambahnya.
Harapan dirinya Ke depan, program ini direkomendasikan untuk terus berlanjut karena bermanfaat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, terutama di sektor pertanian yang sangat terdampak. Kolaborasi antara UNSERA, NUS, dan HKMU diharapkan dapat terus berkembang untuk memberikan dampak yang lebih besar pada komunitas yang rentan.
Sementara itu, Dr. Siska, salah satu dosen yang ikut dalam program ini juga mengatakan, Kolaborasi ini sangat bermanfaat, baik untuk masyarakat maupun akademisi.
“Edukasi terkait perubahan iklim dan kesehatan menjadi langkah penting dalam memberdayakan masyarakat menghadapi risiko nyata seperti heatstroke”.
Lebih lanjut, salah satu mahasiswa yang ikut, Hafita menyampaikan kesannya terhadap program ini.
“Program ini membuka mata saya tentang pentingnya aksi nyata terhadap perubahan iklim. Penanaman pohon dan edukasi yang interaktif memberi saya pengalaman berharga dalam memahami dampak lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.
Perlu diketahui, Kegiatan penanaman pohon tersebut bekerjasama juga dengan DLHK dan PCM Tirtayasa. Semua kegiatan ini didukung penuh oleh Dalberg (United Kingdom). (*)

