
SERANG, Mediabooster.news – Setelah sebulan penuh mengabdi dan menyalakan semangat literasi di tengah masyarakat, program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Literasi 100 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi ditutup di Aula Kantor Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Rabu (7/8/2025).
Program yang dimulai sejak 8 Juli hingga 3 Agustus ini bukan sekadar agenda pengabdian mahasiswa, tetapi menjadi momentum kebangkitan literasi bagi masyarakat Desa Sindangsari, terutama anak-anak dan pelajar yang menjadi sasaran utama berbagai kegiatan literasi kreatif.
Selama satu bulan, para mahasiswa menyulap aktivitas literasi menjadi kegiatan yang menyenangkan dan membumi. Mulai dari penataan ulang ruang perpustakaan desa Kampung Literasi Taman Barang agar lebih menarik, hingga pelayanan perpustakaan harian yang melibatkan anak-anak secara aktif.
Salah satu pencapaian membanggakan dari program ini adalah keberhasilan mahasiswa dalam mengajukan dan memperoleh Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) sebagai bentuk legalitas kelembagaan. Hal ini membuka pintu bagi Perpustakaan Taman Barang untuk mengakses bantuan dan jejaring nasional. Nomor NPP berhasil diterbitkan dengan proses lengkap mulai dari aktivasi email, pendaftaran ke Perpusnas, hingga verifikasi.
Tak hanya itu, pendataan koleksi buku, pemberian cap inventaris, serta pelatihan pengelolaan perpustakaan menjadi bagian dari langkah sistematis membangun pondasi literasi yang kuat.
Para mahasiswa juga menggelar kegiatan pembelajaran literasi selama lima hari berturut-turut di SDN Sindangsari 01 dengan tema literasi budaya, digital, baca-tulis, ilmiah, hingga finansial yang dikemas secara interaktif. Kreativitas mahasiswa menyulap kegiatan belajar menjadi momen yang dinanti anak-anak.
Sebagai puncaknya, digelar Apresiasi Literasi bertajuk “Suara dari Nusantara”, menghadirkan lomba mewarnai poster dan cerdas mengulas buku untuk siswa SD. Diselingi senam pagi dan lomba karaoke, semangat literasi menyatu dalam keceriaan.
Namun di balik pencapaian yang membanggakan, masih ada tantangan yang perlu dijawab. Seperti renovasi bangunan perpustakaan yang belum memadai, pengembangan kapasitas pengurus, dan peningkatan minat baca secara berkelanjutan melalui kegiatan rutin.
Prof. Dr. Alimmudin, ST., MT., MM., selaku dosen pembimbing menyampaikan apresiasi dan harapan untuk keberlanjutan program ini.
“Salah satu dampak nyata dari kegiatan mahasiswa adalah legalisasi perpustakaan melalui pengajuan NPP. Ini akan membuka peluang bagi pengajuan bantuan buku dan peningkatan tata kelola perpustakaan yang lebih profesional,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan gagasan besar untuk menjadikan kampung literasi ini sebagai pusat edukasi berbasis agrowisata.
“Kami sudah berdiskusi dengan kepala desa, dan ada rencana membangun taman agrowisata sebagai magnet kunjungan masyarakat. Harapannya, ini akan menumbuhkan budaya baca secara alami,” tambahnya.
Ketua KKM Literasi 100, Ali, menyampaikan kesan mendalam saat berada di tengah-tengah masyarakat.
“Anak-anak sangat semangat dan antusias dengan setiap kegiatan kami. Meski masa tugas kami sudah selesai, kami akan tetap berkomitmen memantau dan membantu pengembangan Perpustakaan Taman Barang ke depan,” ujarnya.
Hasanudin, Ketua Perpusdes Kampung Literasi Taman Barang, juga memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa.
“Terima kasih untuk mahasiswa dan dosen Untirta yang telah menghidupkan semangat literasi di desa kami. Kami harap sinergi ini terus berlanjut demi kemajuan kampung kami,” pungkasnya. (dkm)

