
SERANG, Mediabooster.news – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melakukan pemotongan hewan kurban sebanyak 1.000 ekor domba. Bekerja sama dengan PT Kurma Adzwa Farm (KAF) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), pemotongan dilaksanakan secara serentak di areal Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kamis (28/5/2026).
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyebut kegiatan ini sebagai terobosan nasional yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Pemotongan seribu domba dalam satu waktu, kata dia, menjadi pilot project pertama di Indonesia.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Serang. Baru kali pertama di Indonesia dilakukan pemotongan hewan kurban sebanyak ini secara serentak,” ujar Ratu Zakiyah di sela peninjauan kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, Kemendes PDT, dan pihak swasta. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, serta Owner PT KAF, Ikhsan David, yang telah menginisiasi program tersebut.
“Kerja sama ini lahir dari komitmen bersama untuk kepentingan masyarakat. Kami menyambut baik MoU ini karena manfaatnya langsung dirasakan oleh warga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ratu Zakiyah berharap program ini dapat terus berlanjut dan berkembang. Mengingat kerja sama dengan PT KAF berlangsung selama lima tahun, ia optimistis jumlah hewan kurban akan meningkat di masa mendatang.
“Semoga ke depan jumlahnya bisa lebih banyak lagi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ucapnya.
Sebanyak 22.500 mustahik di seluruh desa se-Kabupaten Serang menjadi penerima manfaat dari daging kurban tersebut. Penerima diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga 3 atau kelompok ekonomi terbawah.
Sementara itu, Mendes PDT, Yandri Susanto, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pengembangan desa berbasis peternakan melalui kerja sama dengan PT KAF. Program tersebut menargetkan terbentuknya desa-desa domba, sapi, dan kambing untuk mendukung kebutuhan kurban secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah program ini sudah terealisasi. Kabupaten Serang kami pilih karena kesiapan pelaksanaannya sangat matang,” ujarnya.
Yandri juga menyoroti kesiapan teknis yang dinilai sangat baik, mulai dari proses distribusi hewan, pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan, hingga keterlibatan juru sembelih halal (juleha) yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
“Semua berjalan sesuai standar. Bahkan hingga tingkat desa, Pemkab Serang memastikan penerima manfaat tepat sasaran. Ini bukti bahwa kolaborasi yang baik benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)

