
KAB. SERANG, Mediabooster.news – Sebanyak 393 jemaah haji kloter 32 nasional dilepas secara resmi dari Halaman Pendopo Bupati Serang pada Senin pagi, 12 Mei 2025.
Para jamaah haji di antar oleh sanak keluarga sebelum berangkat ke tanah suci dan meninggalkan tanah air selama lebih dari satu bulan. Suasana haruh, air mata sekaligus doa teriring dalam diam agar perjalanan ibadah suci itu berjalan lancar hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur dan mabruroh.
Para jemaah yang diberangkatkan kali ini terdiri dari 184 laki-laki dan 209 perempuan, dengan usia termuda 18 tahun dan tertua mencapai 89 tahun. Mereka akan memulai rangkaian perjalanan spiritual dari Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, sebelum terbang menuju Madinah pada Selasa pagi.
Dalam sambutannya, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, menekankan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap petunjuk petugas haji. “Ikuti semua arahan petugas dengan baik, agar ibadah bisa dijalankan secara khusyuk, tertib, dan lancar,” katanya.
Turut hadir dalam pelepasan ini jajaran pejabat daerah, termasuk Kepala Kanwil Kemenag Banten Nanang Fathurrachman, Kepala Kemenag Kabupaten Serang Uesul Qurni, serta sejumlah anggota DPRD dan staf ahli bupati.
Menurut Uesul Qurni, total jemaah haji asal Kabupaten Serang tahun ini mencapai 1.244 orang yang terbagi dalam lima kloter. Kloter pertama yang dilepas ini menjadi pembuka dari rangkaian panjang perjalanan spiritual warga Serang menuju Tanah Suci.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah telah memenuhi persyaratan istitha’ah dan siap lahir batin,” ungkap Uesul. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Serang dan DPRD atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan haji, termasuk pengalokasian anggaran untuk pemberangkatan dan pemulangan jemaah.
Pukul 08.00 WIB, jemaah resmi diberangkatkan. Lambaian tangan dan linangan air mata menjadi pemandangan yang tak terhindarkan. Meski berat melepas, harapan untuk menyambut mereka kembali dalam keadaan sehat, selamat, dan membawa gelar haji yang mabrur, menjadi penguat hati yang tertinggal. (*)
