
KAB. SERANG, Mediabooster.news – Aroma tak sedap dan tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah titik wilayah Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, kembali memaksa petugas turun tangan. Dengan satu alat berat dan beberapa truk pengangkut, tim gabungan dari kecamatan melakukan aksi bersih-bersih demi mengembalikan kenyamanan lingkungan.
Dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Cikande, Muhamad Noeh, pembersihan ini bukanlah yang pertama. Namun, seperti lingkaran yang berulang, persoalan sampah terus kembali menghantui wilayah industri dan permukiman padat ini.
“Volume sampah di Cikande mencapai 100 kubik per hari. Ini angka tertinggi di Kabupaten Serang,” ujar Noeh, Senin (30/06), di sela-sela kegiatan pembersihan.
Masalahnya bukan hanya pada jumlah sampah yang terus bertambah, tetapi juga pada terbatasnya sarana yang tersedia. Dengan hanya 11 petugas dan 7 unit truk pengangkut yang kondisinya pun sudah uzur, upaya membersihkan sampah ibarat memindahkan gunung dengan tangan kosong.
Sebagian besar sampah, menurut Noeh, berasal dari kawasan pasar dan lingkungan permukiman. Ia mengakui bahwa rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi faktor utama yang memperparah situasi.
“Masih banyak warga yang buang sampah sembarangan. Padahal dampaknya bukan hanya mengganggu pemandangan, tapi juga mencemari lingkungan dan merugikan banyak orang,” katanya.
Tak hanya fokus pada penanganan langsung, pihak kecamatan kini berusaha menempuh langkah jangka panjang dengan meningkatkan edukasi dan pengawasan di lapangan. Noeh menegaskan, perubahan pola pikir masyarakat adalah kunci utama dalam mengatasi masalah ini.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perubahan harus dimulai dari kesadaran warga. Itulah yang akan kami dorong terus,” tegasnya.
Langkah cepat kecamatan pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satunya datang dari Abidin Nasyar, tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, tumpukan sampah yang sempat menghalangi sebagian ruas jalan nasional sudah sangat meresahkan.
“Kami mendukung penuh langkah petugas. Sampah yang menumpuk itu bukan hanya soal kotor, tapi juga mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan warga,” ujar Abidin.
Ia berharap, sinergi antara aparat pemerintah dan masyarakat dapat terus terjaga agar persoalan klasik ini bisa dituntaskan secara perlahan namun pasti. (*)

