
KAB. SERANG, Mediabooster.news – Badan Permusyawarahan Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) terkait Pembahasan dan Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2026 di Kantor Desa setempat, Jumat (28/11/2025).
Agenda ini merupakan langkah awal penyusunan kebijakan anggaran desa mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.
Turut hadir, Kasi Ekbang Kecamatan Pabuaran, Khairudin, Kepala Desa Pancanegara Ade Suhendra, Ketua BPD, Darussalam, Pendamping Desa, Abdul Jalil, Babinsa, Perangkat Desa, Anggota BPD, Ketua RT dan RW, Kader, PKK, Karangtaruna, Tokoh masyrakat dan perwakilan warga.
Ketua BPD Pancanegara, Darussalam, menjelaskan bahwa Musdes digelar untuk merancang APBDes sesuai regulasi terbaru, termasuk pengalokasian dana desa pada bidang-bidang prioritas seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), pembangunan, dan pelayanan dasar masyarakat.
“Regulasi yang ada kami terapkan, seperti BLT dan pembangunan, termasuk pemasangan lampu penerangan jalan di wilayah desa dan penguatan layanan Posyandu. Dengan anggaran yang diterima sekitar empat puluh persen dari pusat, kami berupaya memaksimalkan penggunaannya secara efektif,” terang Darussalam.
Ia menambahkan bahwa meskipun anggaran terbatas, BPD bersama Pemdes berkomitmen menyusun perencanaan yang realistis, prioritas, dan tepat sasaran. Menurutnya, Desa Pancanegara masih berada pada kategori desa berkembang yang membutuhkan banyak perbaikan infrastruktur.
“Gambaran pembangunan sebenarnya masih banyak, seperti jalan, irigasi, dan TPT yang harus kita bangun. Jalan-jalan paving block di beberapa kampung juga belum terealisasi sepenuhnya sesuai RPJMDes. Karena anggaran terbatas, kami dahulukan sektor prioritas seperti Posyandu untuk kesehatan anak dan ibu hamil,” jelasnya.
Kepala Desa Pancanegara, Ade Suhendra, menegaskan bahwa adanya wacana pemangkasan Dana Desa (DD) dialokasikan untuk Kopeasi Desa Merah Putih berdampak pada pengurangan pembangunan fisik. Namun Pemdes tetap berusaha fokus pada program yang paling dibutuhkan warga.
“Kalau ada pemangkasan, pembangunan fisik pasti berkurang. Tapi kami akan fokus pada program yang benar-benar urgen dan membawa kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur utama desa pada tahun 2025 mayoritas telah tercapai 100 persen, terutama pada poros jalan desa lama. Untuk tahun 2026, Pemdes Pancanegara akan memprioritaskan pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Untuk poros jalan lama alhamdulillah sudah selesai seratus persen di tahun 2025. Karena itu, di tahun 2026 walaupun anggarannya sedikit, kami akan prioritaskan PJU. Jalannya sudah bagus, dan dengan penerangan yang memadai, insyaallah dapat mengurangi kecelakaan dan tindak kriminal seperti begal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kepala Desa menyampaikan bahwa selain mengoptimalkan dana desa yang tersedia, Pemdes Pancanegara akan mendorong penguatan ekonomi desa melalui BUMDes dan Koperasi Merah Putih untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Mudah-mudahan BUMDes dan Koperasi Merah Putih bisa berkembang dan menghasilkan PAD untuk desa. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” harapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat dan bantuan dari pemerintah provinsi, kabupaten, maupun pusat. Desa Pancanegara tercatat mendapatkan sekitar lima titik pembangunan paving block dari pemerintah pusat pada tahun 2025.
“Alhamdulillah kami berterima kasih kepada masyarakat dan pemerintah yang terus mendukung pembangunan di Pancanegara,” pungkasnya. (dkm)

