
SERANG, Mediabooster.news – Belajar tentang dinosaurus, mengenal alam, hingga melihat visualisasi berbagai tempat kini bisa dirasakan pengunjung di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Serang melalui teknologi Virtual Reality (VR). Fasilitas ini memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi pelajar, sehingga mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku, tetapi juga dapat melihat visualisasi materi secara langsung melalui kacamata VR.
Kehadiran teknologi ini menjadi salah satu pilihan pembelajaran yang menarik bagi siswa untuk memperluas wawasan, memahami materi dengan lebih mudah, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap berbagai hal yang dipelajari. Dengan pendekatan visual, informasi yang sebelumnya hanya dibaca atau dibayangkan dapat disajikan melalui pengalaman yang lebih nyata dan menyenangkan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, dr. Rahmat Fitriadi, mengatakan teknologi VR merupakan bagian dari upaya mengembangkan layanan perpustakaan agar semakin menarik dan mampu mengikuti kebutuhan belajar generasi muda.
“Literasi itu bukan hanya membaca. Orang juga belajar dengan mendengar, melihat, dan merasakan. Ketika anak-anak membaca buku, mereka mendapatkan gambaran tentang sesuatu. Kemudian melalui kacamata VR, mereka bisa melihat visualisasi pengetahuan yang disediakan sehingga pengalaman belajarnya menjadi lebih menarik,” ujar Rahmat saat ditemui di Perpusda Kabupaten Serang, Selasa (27/10/2026).
Melalui perangkat VR, pengunjung dapat menikmati beragam tayangan edukatif sesuai konten yang tersedia. Salah satunya visualisasi kehidupan dinosaurus yang membantu pelajar mengenal hewan purba dengan cara berbeda. Selain itu, tersedia pula peluang pembelajaran melalui konten mengenai alam, sejarah, dan pengetahuan umum.
Penggunaan teknologi ini dapat menjadi pelengkap kegiatan membaca di perpustakaan. Pelajar bisa mendapatkan informasi dari buku, kemudian memperkaya pemahamannya melalui tayangan visual. Dengan demikian, kegiatan berkunjung ke perpustakaan tidak hanya berfokus pada membaca, tetapi juga memberi kesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuan secara interaktif.
Fasilitas VR tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh pengunjung dewasa. Dalam penggunaannya, pengoperasian perangkat dan pemilihan tayangan tetap didampingi petugas perpustakaan agar sesuai dengan kebutuhan pengunjung.
Menurut Rahmat, pengembangan fasilitas ini sejalan dengan program kunjungan perpustakaan yang selama ini menyasar siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta madrasah sederajat. Melalui program tersebut, para pelajar dapat mengenal koleksi buku sekaligus memanfaatkan fasilitas edukasi yang tersedia di Perpusda Kabupaten Serang.
Ia berharap kehadiran teknologi VR dapat meningkatkan minat kunjungan pelajar sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar yang menyenangkan.
Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat, khususnya para pelajar, dapat mengenal alternatif pembelajaran berbasis teknologi di Perpusda Kabupaten Serang. Perpaduan antara koleksi bacaan dan pengalaman visual diharapkan mampu memperkaya wawasan serta mendorong tumbuhnya minat belajar sejak dini. (adv)
