
SERANG, Mediabooster.news – Bunda Literasi Kabupaten Serang, Tifa Hensifa Hanum Najib, mendorong penguatan kolaborasi program literasi bersama Bunda Literasi kecamatan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satu upaya yang disiapkan adalah menjadikan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Serang sebagai pusat kegiatan literasi lintas usia dan komunitas.
Hal tersebut disampaikan Tifa saat mengunjungi Perpusda Kabupaten Serang yang berlokasi di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa (27/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Tifa didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang, dr. Rahmat Fitriadi, Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Entin Hartini, serta sejumlah Bunda Literasi kecamatan.
Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas perpustakaan, potensi pengembangan layanan, serta peran Perpusda dalam mendorong budaya membaca di tengah masyarakat.
Tifa mengaku bersyukur dapat melihat langsung perkembangan Perpusda Kabupaten Serang yang dinilainya memiliki potensi besar sebagai ruang belajar dan pengembangan pengetahuan masyarakat.
“Alhamdulillah, ini pertama kalinya kami dari Bunda Literasi Kabupaten Serang bersama Bunda Literasi kecamatan berkunjung ke sini. Dari awal masuk, bangunannya sudah terlihat bagus. Di dalam juga tempatnya sangat baik, dan tadi disampaikan ada rencana pengembangan ke depan yang mudah-mudahan bisa diwujudkan secara bertahap,” ujar Tifa.
Menurutnya, ketersediaan koleksi buku yang dapat diakses masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah, menjadi modal penting untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.
Ia juga mengapresiasi kunjungan pelajar yang selama ini turut memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Perpusda Kabupaten Serang rata-rata menerima sekitar 60 hingga 120 pengunjung setiap hari.
“Alhamdulillah, sudah banyak buku yang bisa dibaca, terutama untuk anak-anak SD dan SMP. Tadi juga disampaikan bahwa setiap hari rata-rata ada 60 sampai 120 pengunjung. Mudah-mudahan dengan pengembangan yang terus dilakukan, manfaat perpustakaan ini semakin besar bagi masyarakat,” katanya.
Tifa menilai pengembangan perpustakaan perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik dari sisi fasilitas maupun program kegiatan. Dengan begitu, Perpusda tidak hanya menjadi tempat meminjam dan membaca buku, tetapi juga ruang interaksi, kreativitas, dan pembelajaran bagi masyarakat.
Perpusda Disiapkan Jadi Pusat Kegiatan Bunda Literasi
Sebagai tindak lanjut kunjungan tersebut, Tifa membuka peluang kolaborasi antara Bunda Literasi Kabupaten Serang, Bunda Literasi kecamatan, dan DPKD untuk menghadirkan kegiatan literasi secara berkala.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah menjadikan Perpusda sebagai pusat kegiatan atau basecamp Bunda Literasi, sekaligus lokasi penyelenggaraan program literasi yang melibatkan berbagai jenjang pendidikan dan masyarakat umum.
“Insyaallah, mudah-mudahan perpustakaan ini bisa menjadi basecamp bagi Bunda Literasi. Kami juga punya rencana bersama Bunda Literasi kecamatan untuk mengadakan kegiatan literasi secara berkala, dengan melibatkan anak-anak TK, SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan literasi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. Program yang dirancang tidak hanya berorientasi pada membaca buku, tetapi juga mendorong aktivitas edukatif dan kreatif yang dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan.
Tifa berharap sinergi antara pemerintah daerah, pengelola perpustakaan, Bunda Literasi, sekolah, dan masyarakat dapat memperkuat budaya membaca di Kabupaten Serang.
DPKD Kembangkan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
Sementara itu, Kepala DPKD Kabupaten Serang, dr. Rahmat Fitriadi, mengatakan perpustakaan daerah harus mampu menjadi ruang bersama yang dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia.
Menurutnya, perpustakaan masa kini tidak cukup hanya menyediakan koleksi buku, tetapi juga perlu menghadirkan kegiatan yang mendukung pengembangan kemampuan, keterampilan, kreativitas, dan interaksi sosial masyarakat.
“Kami memahami bahwa perpustakaan harus menjadi wadah bagi semua komponen masyarakat, mulai dari anak-anak sampai masyarakat umum. Karena itu, kami mengembangkan konsep perpustakaan berbasis inklusi sosial, sehingga perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga dapat digunakan untuk kegiatan edukasi, rekreasi, seni, dan aktivitas positif lainnya,” ujar Rahmat.
Ia menilai kehadiran Bunda Literasi Kabupaten Serang beserta para Bunda Literasi kecamatan menjadi dukungan penting dalam memperluas jangkauan program perpustakaan.
Rahmat menjelaskan, DPKD terus mendorong peningkatan kunjungan melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, perguruan tinggi, serta masyarakat umum. Komitmen bersama tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam membangun perpustakaan sebagai fasilitas publik yang bermanfaat.
“Alhamdulillah, sekarang semakin banyak sekolah yang datang berkunjung secara bergiliran, mulai dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum. Ini menjadi kekuatan kita. Perpustakaan daerah adalah milik bersama dan harus kita bangun bersama,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan fasilitas akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan setiap kelompok pengguna. Pemerintah daerah juga terus memberikan dukungan agar layanan perpustakaan semakin memadai dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang beragam.
Perluas Layanan hingga Desa dan Perpustakaan Digital
Selain pengembangan fasilitas, DPKD Kabupaten Serang juga berupaya memperluas akses layanan literasi melalui penguatan jejaring perpustakaan sekolah, kecamatan, desa, dan perpustakaan yang dikelola masyarakat.
Rahmat mengatakan, jejaring tersebut diharapkan dapat mendukung program pertukaran atau peminjaman koleksi buku antarp erpustakaan sehingga bahan bacaan dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
“Perpustakaan sekolah, kecamatan, desa, dan perpustakaan yang dibangun masyarakat menjadi bagian dari jejaring perpustakaan daerah. Ke depan, kami ingin mengembangkan program silang layanan, sehingga buku-buku yang tersedia bisa dipinjamkan secara bergantian dan koleksinya dapat dinikmati lebih banyak masyarakat,” jelasnya.
DPKD juga berupaya mengembangkan perpustakaan digital agar akses terhadap bahan bacaan dan sumber pengetahuan tidak terbatas pada kunjungan langsung ke gedung Perpusda.
Melalui layanan digital dan kerja sama antarlembaga, masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Serang diharapkan dapat memperoleh akses informasi dan bahan bacaan dengan lebih mudah.
Rahmat menegaskan, penguatan fasilitas, perluasan akses, dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
Melalui sinergi Bunda Literasi dan DPKD, Perpusda Kabupaten Serang diharapkan semakin berkembang sebagai ruang publik yang inklusif, edukatif, dan kreatif, sekaligus menjadi salah satu penggerak peningkatan budaya baca serta kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Serang. (adv)
