
SERANG, Mediabooster.news – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang terus mengembangkan layanan perpustakaan yang edukatif, interaktif, dan menarik bagi masyarakat. Tak hanya menyediakan bahan bacaan, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Serang juga menghadirkan pengalaman belajar melalui teknologi Virtual Reality (VR), kegiatan berbasis inklusi sosial, hingga rencana pengembangan studio podcast edukasi.
Kepala DPKD Kabupaten Serang, dr. Rahmat Fitriadi, mengatakan salah satu program yang menjadi andalan adalah layanan kunjungan perpustakaan bagi pelajar, khususnya siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta madrasah sederajat.
Menurut Rahmat, program tersebut memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengenal perpustakaan sekaligus mendapatkan akses bahan bacaan dan pengalaman belajar yang mungkin belum tersedia secara memadai di sekolah masing-masing.
“Program kunjungan perpustakaan ini bisa kami rencanakan dengan mengundang sekolah, atau sekolah sendiri yang mengajukan permohonan kunjungan. Karena fasilitas perpustakaan di sekolah masih terbatas, banyak sekolah, terutama SD, SMP, dan madrasah sederajat, yang meminta jadwal kunjungan ke Perpusda,” ujar Rahmat saat di Perpusda, Selasa (27/10/2026).
Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, DPKD mengatur jadwal kunjungan setiap sekolah agar tidak berbenturan. Dengan demikian, para pelajar dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara lebih leluasa dan memperoleh pengalaman belajar yang optimal.
Rahmat mengaku antusiasme para pelajar terhadap program tersebut cukup tinggi. Mereka tidak hanya datang untuk membaca buku, tetapi juga menikmati berbagai fasilitas dan aktivitas edukatif yang tersedia.
“Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias. Kalau sudah datang, terkadang mereka bahkan tidak mau pulang karena merasa nyaman dan senang berada di perpustakaan. Ini yang ingin kita bangun, bagaimana perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus menambah pengetahuan,” katanya.
Salah satu fasilitas yang dikembangkan untuk menarik minat pengunjung adalah teknologi Virtual Reality (VR). Melalui perangkat tersebut, pengunjung dapat menikmati tayangan visual interaktif yang mendukung proses pembelajaran dan pengenalan berbagai pengetahuan.
Rahmat menjelaskan, literasi tidak hanya sebatas membaca buku. Proses belajar juga dapat diperkuat melalui aktivitas mendengar, melihat, dan merasakan pengalaman secara langsung maupun virtual.
“Literasi itu bukan hanya membaca. Orang juga belajar dengan mendengar, melihat, dan merasakan. Ketika anak-anak membaca buku, mereka mendapatkan gambaran tentang sesuatu. Kemudian melalui kacamata VR, mereka bisa melihat visualisasi pengetahuan yang disediakan sehingga pengalaman belajarnya menjadi lebih menarik,” jelasnya.
Konten VR dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung, mulai dari tayangan edukasi, pengetahuan umum, pengenalan sejarah dan alam, hingga konten yang memberikan pengalaman visual mengenai tempat-tempat tertentu.
Salah satu contohnya adalah tayangan mengenai kehidupan dinosaurus atau visualisasi tempat bersejarah yang dapat menambah wawasan pengunjung.
Menurut Rahmat, fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan bagi anak-anak, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pengunjung dewasa. Penggunaan konten dan pengoperasian perangkat tetap berada dalam pengawasan petugas perpustakaan agar sesuai dengan kebutuhan pengunjung.
Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi daya tarik tambahan yang membuat masyarakat semakin tertarik berkunjung ke Perpusda Kabupaten Serang. (dkm)
