
KAB.SERANG, Mediabooster.news – Tidak ada yang bisa memastikan kapan bencana datang. Namun, satu hal yang pasti, kesiapsiagaan mampu menyelamatkan banyak nyawa.
Inilah semangat yang terus digelorakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melalui ajakan kolaborasi kepada pemerintah desa, komunitas, hingga dunia usaha.
Sekretaris BPBD Kabupaten Serang, Ade Ivan Munasyah, menegaskan bahwa semua orang, termasuk penyandang disabilitas, harus memiliki keterampilan menghadapi bencana.
“Bencana tidak mengenal status atau kondisi. Baik masyarakat umum maupun penyandang disabilitas berhak mendapatkan pengetahuan dan kemampuan menyelamatkan diri. Minimal kita bisa selamatkan diri sendiri dan orang terdekat. Jangan sampai kita menjadi korban karena tidak siap,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Menurut Ivan, pengalaman BPBD membuktikan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menciptakan pelatihan yang efektif. Salah satunya melalui kerja sama dengan yayasan penyandang disabilitas yang berhasil meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan mereka. Model serupa sangat mungkin diterapkan di desa-desa, terlebih pemerintah desa memiliki anggaran pemberdayaan yang bisa diarahkan untuk mitigasi bencana.
“Desa rawan banjir, longsor, atau kebakaran bisa memanfaatkan anggaran pemberdayaan untuk pelatihan. Undang kami sebagai narasumber, tempatnya cukup di balai desa. Sederhana tapi dampaknya besar,” jelas Ivan.
Tak hanya pemerintah desa, BPBD juga mengajak sektor swasta ikut berperan aktif. Perusahaan yang memiliki potensi risiko lingkungan, seperti industri bahan kimia, diharapkan menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk edukasi mitigasi bencana, simulasi evakuasi, hingga penyediaan sarana darurat seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
“Jangan tunggu ada insiden. CSR bisa diarahkan untuk program kesiapsiagaan yang langsung menyentuh masyarakat,” katanya.
Ivan menegaskan, pencegahan adalah investasi terbaik. Daripada membangun pos damkar yang menelan biaya besar, desa bisa melatih aparat dan relawan agar mampu menggunakan APAR. Dengan sedikit pelatihan, perangkat desa bisa menjadi garda terdepan penyelamatan lebih cepat, lebih hemat, dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.
BPBD Kabupaten Serang sendiri berkomitmen mendukung penuh setiap desa maupun pihak swasta yang siap bersinergi.
“Kami siap hadir, memberikan pelatihan, pendampingan, dan koordinasi. Mari bersama kita wujudkan Kabupaten Serang yang siaga, mandiri, dan tangguh menghadapi bencana. Kolaborasi adalah kuncinya,” tutup Ivan. (Red)

