
SERANG, Mediabooster.news – Hilangnya mobil pengunjung di area parkir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Banten pada 10 Agustus 2025 lalu memicu sorotan tajam. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Muhsinin, menilai kejadian tersebut mencerminkan lemahnya sistem keamanan di rumah sakit milik pemerintah provinsi itu.
Menurutnya, hilangnya mobil di dalam area rumah sakit merupakan cermin lemahnya pengawasan di lapangan.
“Kalau sampai terjadi seperti itu, berarti pengamanannya kurang ketat. Itu harus ditingkatkan pengawasan satpamnya,” ujar Muhsinin, Rabu (17/9/2025).
Ia menambahkan, seharusnya sistem keluar-masuk kendaraan di RSUD Banten diatur lebih profesional dengan menggunakan karcis parkir.
“Kan keluar itu harus pakai karcis. Masuk harus ada karcis, keluar juga dikembalikan. Kalau tidak ada sistem seperti itu ya harus segera dirubah. Masa mobil bisa hilang di dalam rumah sakit? Itu berarti pengamanannya kurang profesional,” tegasnya.
Selain itu, Muhsinin juga menyoroti minimnya fasilitas pendukung keamanan di RSUD Banten, salah satunya ketiadaan kamera pengawas (CCTV) di area parkir.
“Apalagi katanya tidak ada CCTV. Padahal itu penting untuk mengawasi dan merekam aktivitas, sekaligus membantu mengungkap kasus pencurian,” katanya.
Meski menyebut peristiwa ini sebagai musibah, Muhsinin berharap pihak manajemen RSUD Banten dapat lebih peduli terhadap kenyamanan dan keamanan pengunjung.
“Kita memang tidak bisa menyalahkan sepenuhnya karena ini musibah. Tapi manajemen harus melakukan evaluasi supaya pengamanan lebih maksimal dan masyarakat merasa aman ketika datang ke rumah sakit,” pungkasnya. (dkm)

