
SERANG, Mediabooster.news – Petani di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, mulai diperkenalkan dengan penerapan teknologi pertanian pintar atau smart farming berbasis Internet of Things (IoT).
Pengenalan teknologi tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) LPPM dan Jurusan Administrasi Publik FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dengan mengusung tema “Pemberdayaan Petani Sindangheula Melalui Implementasi Pertanian Pintar Berbasis Internet of Things (IoT) untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Daerah.”
Kegiatan penyuluhan berlangsung pada Jumat (21/8/2026), pukul 13.30 hingga 15.30 WIB, bertempat di Aula Kantor Desa Sindangheula. Kegiatan diikuti perwakilan petani yang ada di Desa Sindangheula.

Program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital kepada masyarakat petani, khususnya untuk mendukung pengelolaan pertanian yang lebih efektif, efisien, terukur, dan modern.
Melalui konsep smart farming berbasis IoT, teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu petani memantau berbagai kondisi pertanian serta mengelola kebutuhan tanaman secara lebih tepat. Penerapan teknologi ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
Ketua kegiatan PKM, Dr. Arenawati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk mendorong masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan petani.
“Teknologi bukan untuk menggantikan peran petani, tetapi membantu petani agar dapat bekerja lebih efektif, mengambil keputusan berdasarkan data, dan mengelola pertanian secara lebih efisien,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyuluhan, tetapi dapat dilanjutkan dengan pendampingan dan penerapan teknologi secara bertahap di lapangan.
“Yang paling penting adalah bagaimana pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi petani. Karena itu, kami berharap ada keberlanjutan dari kegiatan ini melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sindangheula Suheli, menyambut baik program yang menyasar pemberdayaan masyarakat petani tersebut.
Menurut Suheli, kolaborasi antara pemerintah desa dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam menghadirkan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi memang penting dalam menghadirkan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Suheli.
Ia menilai pengenalan teknologi pertanian kepada petani sejalan dengan kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan era digital.
“Harapan kita, petani tidak hanya mengandalkan pola pertanian konvensional, tetapi mulai mengenal dan memanfaatkan perkembangan teknologi dalam aktivitas pertanian,” pungkasnya.
Suheli menambahkan, pemerintah Desa Sindangheula akan mendukung berbagai kegiatan positif yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat, termasuk di sektor pertanian.
Dengan adanya transfer pengetahuan dari lingkungan akademik kepada masyarakat, Desa Sindangheula diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan sektor pertanian di era digital. Penerapan smart farming juga diharapkan menjadi salah satu inovasi yang dapat mendukung produktivitas petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
