
SERANG, Mediabooster, – Di ujung Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, berdiri sebuah sekolah menengah atas yang menjadi harapan banyak generasi muda desa. SMA Swasta Bina Machmud Kadukacapi, yang berada tepatnya di Kampung Kadukacapi RT 1 RW 1, mungkin tidak terdengar megah, namun keberadaannya begitu berarti bagi masyarakat sekitar sejak pertama kali berdiri pada tahun 2007.
Didirikan di bawah naungan Yayasan Al-Hamidiyah, dengan luas tanah 8.679 m2, sekolah ini menjadi pelita bagi anak-anak dari keluarga sederhana, hingga kalangan menengah kebawah yang tinggal di pelosok desa.
Dengan biaya pendidikan yang hanya Rp15 ribu per bulan, jumlah yang tak masuk akal bila dibandingkan dengan biaya pendidikan rata-rata SMA wasta yang ada saat ini. SMA Bina Machmud Kadukacapi tetap konsisten memberikan pendidikan berkualitas kepada siswanya.

Mayoritas siswa berasal dari Desa Tanjungsari, dengan sekitar 70 persen peserta didik berdomisili di sana. Sementara sisanya berasal dari desa-desa tetangga seperti Sindang Mandi, dan Cemplang. Tahun 2025 ini, jumlah peserta didik tercatat sebanyak 67 orang yang tersebar di 9 rombongan belajar (rumbel).
Kepala Sekolah SMA Bina Machmud, Darul Qutni, menjelaskan bahwa sekolah ini berdiri bukan untuk mengejar keuntungan, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang berisiko putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
“Kami tidak terlalu memikirkan berapa banyak yang mendaftar atau berapa besar bayaran yang masuk. Yang kami pikirkan adalah bagaimana anak-anak ini tetap bisa sekolah, punya harapan, dan tidak kehilangan masa depan hanya karena tak sanggup bayar, tidak memiliki kendaraan, mereka berangkat sekolah kami merasa senang” ujar Darul Qutni dengan senyuman di meja kerjanya, Rabu (6/5/2025)
Walau berada di daerah terpencil dan serba terbatas, semangat para guru tak pernah surut. Mereka tetap mengajar dengan sepenuh hati, tanpa menuntut lebih, demi memastikan setiap siswa mendapat ilmu dan pembinaan karakter yang layak.
“Walaupun fasilitas sekolah belum memadai tidak mengurangi kualitas belajar mengajar dan semangat siswa belajar. Alhamdulillah para guru pun tidak banyak menuntut, walaupun semua tahu dengan SPP satu bulan Rp15 ribu tidak mencukupi untuk menghidupkan sekolah ini, harapan kami sekolah ini tetap terus berjalan dan menjadi iktiar kami sebagai pendidik,” ucap, Darul Qutni.
Upaya promosi pun terus dilakukan oleh pihak sekolah. Dari media sosial hingga penyebaran spanduk ke desa-desa sekitar, semua demi satu tujuan: agar lebih banyak orang tua sadar akan pentingnya pendidikan dan tidak ragu menyekolahkan anak-anaknya ke SMA Bina Machmud Kadukacapi.
SMA Bina Machmud mungkin tak memiliki gedung mewah atau fasilitas lengkap, namun nilai kemanusiaan, pengabdian, dan ketulusan yang menjadi pondasi sekolah ini menjadikannya permata tersembunyi di tengah keterbatasan. Di sinilah cita-cita besar tumbuh dari tempat yang sederhana.
Pendaftaran Siswa Baru Tahun Ajaran 2025/2026 Dibuka!
Sebagai bagian dari komitmen untuk terus menjangkau lebih banyak generasi muda, SMA Bina Machmud kini membuka pendaftaran siswa baru mulai Mei hingga Juli 2025. Bagi warga Kecamatan Pabuaran, terutama Desa Tanjungsari, dan sekitarnya yang memiliki anak lulusan SMP atau sederajat, inilah saatnya untuk bergabung dan melanjutkan pendidikan tanpa beban biaya yang tinggi.
SMAS Bina Machmud Kadukacapi mungkin tak memiliki gedung mewah atau fasilitas lengkap, namun nilai kemanusiaan, pengabdian, dan ketulusan yang menjadi pondasi sekolah ini menjadikannya permata tersembunyi di tengah keterbatasan. Di sinilah cita-cita besar tumbuh dari tempat yang sederhana. (dkm)
