
SERANG, Mediabooster.news — Antusiasme calon siswa membludak! Di hari kelima Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025, SMK Negeri 1 Kota Serang diserbu ribuan pendaftar yang ingin mengamankan kursi di sekolah kejuruan favorit ini.
Ketua Panitia PPDB SMKN 1 Kota Serang, Silvi, mengungkapkan, hingga Kamis sore (19/6), tercatat sebanyak 1.149 pendaftar telah mengajukan lamaran daring. Jumlah tersebut melampaui jauh daya tampung sekolah yang hanya 720 siswa.
“Kami hanya membuka 20 rombel dari 8 kompetensi keahlian. Jumlah pendaftar yang membludak ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMKN 1 Kota Serang,” kata Silvi saat ditemui di lokasi, Jumat (20/6/2025).
Berbeda dengan sistem di SMA, proses PPDB di SMK tidak menggunakan jalur zonasi. Seleksi dilakukan murni berdasarkan nilai rapor semester 1–5 (40%) dan hasil tes minat bakat (60%).
Namun demikian, SMKN 1 tetap membuka jalur khusus, masing-masing: 15% untuk afirmasi (siswa kurang mampu), 10% untuk domisili terdekat, 10% untuk siswa berprestasi.
Silvi menambahkan, tahapan seleksi PPDB telah disusun mengacu pada juknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten:
- 16–23 Juni: Pendaftaran online
- 17–24 Juni: Verifikasi berkas
- 24 Juni: Simulasi tes minat bakat
- 25 Juni: Pelaksanaan tes minat bakat
- 30 Juni: Pengumuman hasil seleksi
- 1–4 Juli: Daftar ulang
Dari delapan jurusan yang tersedia, Manajemen Perkantoran dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) masih menjadi primadona. Banyak siswa berlomba-lomba memilih dua jurusan tersebut karena dianggap memiliki prospek kerja menjanjikan.
Salah satunya, Anisa, lulusan SMPN 23 Kota Serang, mengaku sejak awal hanya mengincar satu sekolah: SMKN 1 Kota Serang.
“Saya daftar jurusan perkantoran karena itu cita-cita saya dari dulu. Belum daftar ke sekolah lain, karena memang targetnya ke sini,” ujar Anisa penuh semangat.
Meski proses berjalan cukup lancar, Silvi tak menampik adanya kendala, terutama di tahap awal pendaftaran.
“Kesulitan utama biasanya saat pendaftaran online. Banyak siswa belum familiar dengan proses unggah nilai rapor, yang harus dipisah antara nilai pengetahuan dan keterampilan,” jelasnya.
Untuk itu, pihak sekolah menyiapkan posko pendampingan dan layanan pengaduan bagi pendaftar yang mengalami kendala teknis.
“Kami ingin memastikan proses ini transparan, adil, dan memberi kesempatan terbaik bagi siswa yang benar-benar punya potensi,” pungkasnya. (dkm)

