
KOTA SERANG, Mediabooster.news – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Serang selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Curah hujan tinggi yang terjadi sejak awal pekan membuat sungai dan drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga merendam permukiman warga di beberapa kecamatan.
Berdasarkan Laporan Situasi (Lapsit) PMI Kota Serang hingga Rabu (14/1/2026) pukul 21.00 WIB, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air bervariasi antara 25 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik. Wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Serang, Cipocok Jaya, Curug, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan. Salah satu lokasi dengan dampak cukup besar berada di Komplek Grand Sutera dan Komplek Citra Gading, di mana ratusan rumah terendam dan ratusan jiwa terdampak. Di Kecamatan Kasemen, ketinggian air bahkan mencapai 120 sentimeter di Lingkungan Tanggul Jaya, menyebabkan puluhan rumah tergenang dan warga terpaksa mengungsi.
Data sementara mencatat ribuan jiwa terdampak banjir, dengan ratusan kepala keluarga harus mengungsi ke masjid, mushola, maupun titik pengungsian sementara. Selain banjir, bencana turut disertai pohon tumbang yang menghambat akses jalan di sejumlah ruas utama Kota Serang, meskipun sebagian besar telah berhasil ditangani oleh petugas gabungan.
Selain genangan air, laporan juga mencatat adanya rumah warga yang mengalami kerusakan akibat atap roboh dan tertimpa pohon di beberapa kelurahan, seperti di Kecamatan Kasemen, Walantaka, dan Taktakan. Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa meninggal dunia akibat kejadian tersebut.
Sebagai upaya penanganan darurat, PMI Kota Serang bersama BPBD dan Dinas Sosial mendirikan dapur umum di halaman Kantor BPBD Kota Serang. Sebanyak 18 relawan diterjunkan untuk membantu operasional dapur umum dan distribusi bantuan. Hingga saat ini, total 1.200 bungkus makanan siap santap telah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak banjir di Kota Serang.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Serang, Deni Arisandi, mengatakan bahwa PMI saat ini mulai melakukan langkah antisipasi lanjutan dengan pendekatan jemput bola, khususnya terkait potensi munculnya penyakit pascabanjir.
“Sekarang kita jemput bola, karena ini sudah hampir lebih dari tiga sampai empat hari. Biasanya penyakit mulai berkembang, mulai dari gatal-gatal sampai demam. Warga juga mungkin keterbatasan tempat dan waktu,” ujar Deni.
Menurutnya, PMI langsung mendatangi lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan kondisi kesehatan warga.
“Akhirnya kita datangi langsung. Mudah-mudahan cepat beres. Kami memang menargetkan sampai hari Sabtu, tapi kalau memang belum selesai, nanti akan ada evaluasi ulang apakah diperpanjang atau tidak. Kita akan rapat dengan Dinsos, BPBD, dan pihak terkait,” tambahnya.
PMI Kota Serang bersama Pemerintah daerah serta unsur terkait terus melakukan pendataan lanjutan, pemantauan kondisi lapangan, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dan berisiko menimbulkan genangan susulan di wilayah rawan banjir.
Berikut Laporan Situasi (Lapsit) PMI Kota Serang hingga Rabu (14/1/2026):
LAPSIT BANJIR 14 PMI KOTA SERANG
(dkm)

