
KAB. SERANG, Mediabooster.news – Pemerintah Kecamatan Pabuaran melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun 2025 yang dikelola BUMDes Kapas Pasanggrahan, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan panen kacang panjang, salah satu unit usaha pertanian yang dijalankan BUMDes. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program Ketapang berjalan sesuai aturan, tertib administrasi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa melalui pengembangan unit usaha sesuai potensi lokal.
Tim Monev dari Kecamatan Pabuaran yang hadir di antaranya Lilis Muchlisah selaku Kasi PMD, M. Sanusi sebagai Kasi Ekbang, Khaerudin, serta Pendamping Desa Abdul Jalil dan Dudin. Turut hadir Kepala Desa Pasanggrahan Entat Karyata beserta staf desa, serta Ketua BUMDes Kapas Pasanggrahan Saifulloh.
Dalam kegiatan tersebut, tim kecamatan melakukan pemeriksaan administrasi dan dokumen pendukung pengelolaan program Ketapang oleh BUMDes. Dokumen yang disiapkan antara lain rekening BUMDes, proposal kegiatan, dokumen sewa lahan, pembukuan atau neraca keuangan, serta dokumen pendukung lainnya.
Mewakili tim Monev, Khaerudin menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi bertujuan memastikan pelaksanaan Program Ketahanan Pangan berjalan sesuai ketentuan serta memberikan pembinaan kepada pengurus BUMDes agar pengelolaan usaha semakin transparan dan profesional.
“Melalui Monev ini kami ingin memastikan program berjalan sesuai aturan, tertib administrasi, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Sekaligus memberikan pembinaan agar pengelolaan usaha BUMDes semakin transparan, profesional, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BUMDes Kapas Pasanggrahan Saifulloh menjelaskan bahwa BUMDes saat ini fokus mengembangkan usaha di bidang pertanian. Sebelumnya, BUMDes telah berhasil memanen timun hingga sekitar sembilan ton. Kini, usaha pertanian kacang panjang juga menunjukkan hasil positif, dengan panen yang telah berlangsung beberapa kali dan menghasilkan lebih dari satu ton.
Menurutnya, keberadaan BUMDes tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Pasanggrahan. Banyak warga yang sebelumnya menganggur kini dapat diberdayakan melalui unit usaha pertanian yang dikelola BUMDes.
Ke depan, BUMDes Kapas Pasanggrahan berencana mengembangkan usaha di sektor pertanian dan perikanan apabila dukungan program Ketahanan Pangan kembali diperoleh. Hasil omzet dari pertanian saat ini juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan usaha agar semakin maju dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan Monev sekaligus panen tersebut, diharapkan program Ketahanan Pangan yang dikelola BUMDes mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian ekonomi desa. (dkm)
