
SERANG, Mediabooster.news – Peringatan Haul ke-21 Almarhum Almaghfurlah H. Mochammad Rachmatoellah Siddik yang digelar di Rachmatoellah Convention Hall, Universitas Serang Raya, Selasa (14/4/2026), tak sekadar menjadi agenda tahunan keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat konsolidasi nilai dan jejaring di lingkungan pendidikan.
Ketua Yayasan Pendidikan Informatika, H. Mulya R. Rachmatoellah, menegaskan bahwa haul tahun ini menitikberatkan pada penguatan tiga nilai utama: istighfar, istidzkar, dan ijtima. Namun, lebih dari itu, kegiatan ini juga diarahkan sebagai titik temu para pendidik untuk memperluas dampak sosial dan spiritual di masyarakat.
“Haul ini bukan hanya soal doa bersama, tetapi juga bagaimana kita membangun kesadaran kolektif. Ada lil istighfar, kita memohon ampunan kepada Allah, sekaligus mengingat bahwa kematian adalah keniscayaan,” ujar H. Mulya usai acara.
Menurutnya, nilai lil istidzkar menjadi ruang refleksi untuk mengenang sekaligus menginventarisasi kebaikan almarhum. Ia menyebut, proses tersebut penting sebagai pondasi dalam melanjutkan perjuangan organisasi ke depan.
“Haul ini menjadi semacam starting point. Kebaikan-kebaikan beliau kita konsolidasikan dan jadikan pijakan untuk kemajuan Yayasan Pendidikan Informatika,” katanya.
Menariknya, sekitar 50 persen peserta yang hadir berasal dari kalangan dosen dan guru. Hal ini dinilai strategis karena mereka berperan sebagai agen penyebar nilai di tengah masyarakat. Dengan demikian, pesan-pesan yang disampaikan dalam haul diharapkan tidak berhenti di ruang acara, tetapi meluas ke berbagai lini pendidikan.
Selain itu, H. Mulya juga menyoroti pentingnya nilai lil ijtima atau kebersamaan. Ia menilai, kebiasaan berkumpul dengan orang-orang baik menjadi bagian dari investasi sosial dan spiritual jangka panjang.
“Kalau kita terbiasa bersama orang alim dan saleh, insya Allah kita akan dikumpulkan kembali dengan mereka. Ini bukan hanya soal kebersamaan hari ini, tapi juga masa depan kita,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengenang sosok almarhum sebagai figur yang aktif membangun relasi dan memotivasi banyak orang. Semangat itu, lanjutnya, kini menjadi ruh dalam pengembangan YPI yang semakin dikenal luas di Banten.
“Almarhum tidak banyak memberi pujian secara lisan, tapi melalui tindakan nyata. Beliau selalu mendorong untuk terus berjuang dengan cara terbaik dan halal,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap perjalanan perjuangan tentu dihadapkan pada tantangan. Namun, kunci utama terletak pada ketulusan niat.
“Yang penting kita niatkan lillahi ta’ala. Ikhlas, karena semua itu akan menjadi amal ibadah,” . (***)

