
SERANG, Mediabooster.news – Musim hujan yang terus berlangsung dalam beberapa bulan terakhir membawa dampak signifikan bagi berbagai sektor usaha, salah satunya bisnis wahana pasar malam. Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan berat bagi pengelola wahana Angling Darma Bassaba Grup yang dikelola oleh Muklas Ade Saputra dan Ade Putra Chandra.
Muklas Ade Saputra yang disapa Ade Bohay mengungkapkan, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan jumlah pengunjung menurun drastis. Bahkan, pada beberapa hari tertentu, wahana yang mereka gelar tampak sepi pengunjung. Kondisi tersebut membuat pendapatan yang diperoleh tidak sebanding dengan modal operasional yang telah dikeluarkan.
“Cuaca hujan ini jadi tantangan besar bagi kami. Pengunjung berkurang, pendapatan turun, sementara biaya operasional tetap harus berjalan,” ujar Ade saat ditemui di lokasi wahana, Jumat (31/01/2026).
Ia menjelaskan, wahana pasar malam yang dikelolanya selama ini bekerja sama dengan Basaba grup, dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) dan berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain untuk menggelar event hiburan masyarakat. Namun, hujan yang terus turun membuat pelaksanaan event menjadi kurang optimal.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Ade dan rekan-rekannya untuk tetap menjalankan usaha. Di tengah musim hujan yang juga disertai bencana banjir di sejumlah wilayah, pihaknya terus mencari lokasi yang aman agar usaha tetap berjalan, mengingat banyaknya pekerja yang menggantungkan penghidupan dari wahana tersebut.
“Mau tidak mau kami harus tetap berjalan walaupun kondisi cuaca saat ini, karena para pekerja harus kita bayar dan berikan makan setiap harinya,” ucapnya.
Saat ini, Angling Darma Bassaba Grup tengah menggelar event wahana pasar malam di Kecamatan Cipocok Jaya, tepatnya di Jalan Raya Petir, dekat Perumahan RS Pemda, depan Dinas Sosial Kabupaten Serang, Kota Serang. Event tersebut telah berlangsung selama 15 hari.
“Alhamdulillah, meski cuaca kurang mendukung dan pengunjung tidak seramai biasanya, kami bersyukur lokasi ini tidak tergenang banjir sehingga wahana masih bisa berjalan,” katanya.
Ade Bohay juga mengungkapkan dampak lain dari cuaca ekstrem, yakni kerusakan fasilitas pendukung wahana. Sejumlah lampu penerangan dan lampu hias mengalami konsleting akibat hujan dan terpaksa tidak digunakan. Padahal, penerangan merupakan daya tarik utama wahana pasar malam.
“Saat ini kami belum bisa mengganti lampu-lampu yang rusak karena keterbatasan modal. Padahal lampu hias sangat penting untuk menarik minat masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya itu, jumlah stan makanan dan pedagang juga berkurang. Banyak pedagang yang ragu untuk ikut berjualan karena khawatir sepi pembeli akibat hujan yang hampir setiap hari turun.
Dengan berbagai keterbatasan tersebut, pihak pengelola memilih membuka event seadanya tanpa memaksakan kondisi. Ke depan, mereka berencana menyusun strategi agar wahana tetap berjalan dan meriah, salah satunya dengan menggelar bazar dan berbagai kegiatan selama bulan Ramadan.
“Kami berencana membuka bazar kuliner atau takjil, mengadakan kegiatan keagamaan dan lomba-lomba keagamaan bekerja sama dengan RT, RW, serta pihak terkait. Kami juga ingin mengajak para pedagang untuk berbagi melalui program Jumat Berkah dan santunan anak yatim,” tuturnya.
Ade berharap, meskipun di tengah cuaca hujan yang tidak menentu, usaha wahana pasar malam yang dikelolanya dapat terus eksis dan berkelanjutan. Menurutnya, perjuangan tersebut bukan semata demi mencari nafkah bagi keluarga, tetapi juga demi para pekerja yang setiap hari menggantungkan hidup dari usaha tersebut. (dkm)

