
SERANG, Mediabooster.news – Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB) menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik untuk Wisuda Periode ke-1 Tahun 2025, menandai kelulusan angkatan pertama yang dipersiapkan untuk langsung memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri petrokimia. Melalui sistem pendidikan vokasi yang terhubung dengan dunia industri, para lulusan memperoleh kepastian penempatan kerja sejak awal masa studi
Direktur PIPB, Supardi, menyampaikan bahwa keberadaan kampus PIPB memiliki posisi strategis, terutama karena lulusan langsung diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dunia industri.
“Lokasi PIPB sangat strategis. Banyak lulusan SMA/SMK selama ini masih harus mencari pekerjaan setelah lulus. Di kami, sejak awal wawancara sudah dilakukan bersama industri sehingga mereka mudah dibimbing dan diarahkan. Ketika lulus ada semacam garansi dan jaminan untuk bekerja di industri, meskipun tetap melalui proses, tetapi minimal mereka sudah punya kepastian sebelum lulus,” ujar Supardi, usai acara wisuda di Gedung Pendidikan, Jalan Raya Karang Bolong, Cikoneng, Kabupaten Serang, Kamis (27/11/2025).
Pada kesempatan itu, Supardi juga menyampaikan pesan agar para wisudawan dapat menjaga sikap profesional selama bekerja.
“Kami berharap para wisudawan ini bisa bekerja dengan baik di industri, menjaga nama baik almamater, bersikap baik, mampu berinisiatif, dan memberikan kontribusi positif. PIPB ini satu-satunya kampus vokasi yang fokus pada bidang petrokimia di Indonesia, jadi kami ingin lulusan kami menjadi SDM terbaik di industri,” jelasnya.
Supardi menambahkan bahwa minat calon mahasiswa untuk masuk PIPB sangat tinggi.
“Pendaftar kami cukup besar, rasio pendaftar mencapai 10 banding 1 se-Indonesia. Dari 353 kabupaten/kota di Indonesia, banyak yang bersaing untuk bisa masuk. Mereka juga mendapat beasiswa penuh dari APBN, gratis dari masuk sampai lulus. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan para lulusan SMA/SMK,” ucapnya.
Dengan digelarnya wisuda perdana ini, PIPB menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus vokasi terbaik di Indonesia dalam mencetak tenaga kerja siap pakai di dunia industri petrokimia.
“Alhamdulillah, yang diterima di sini sudah sangat bersyukur. Mereka tidak hanya kuliah, tetapi juga langsung terhubung dengan industri. Ini adalah wujud hadirnya negara dalam menyiapkan SDM unggul,” tutup Supardi.
Salah satu orang tua wisudawan, Aisya, turut menyampaikan kesan dan pengalamannya mendampingi putra yang kini telah menjadi lulusan PIPB.
Ia menuturkan proses seleksi masuk PIPB berlangsung sangat ketat.
“Waktu seleksi, saingannya ribuan. Kalau tidak salah dulu sekitar tiga ribu peserta, dan yang diterima hanya ratusan. Alhamdulillah anak saya bisa lolos,” katanya.
Aisya menjelaskan bahwa sejak awal masuk, mahasiswa telah dikaitkan dengan kebutuhan industri tertentu.
“Sejak mereka masuk sudah ada perusahaan yang mengambil. Contohnya anak saya, dari awal sudah diarahkan untuk kebutuhan industri di Cilegon dan Merak. Setelah satu setengah tahun kuliah dan satu setengah tahun praktek, mereka langsung bekerja. Makanya hari ini anak saya tidak bisa hadir di wisuda karena sudah bekerja,” jelasnya.
Menurutnya, informasi tentang PIPB awalnya ia dapatkan dari sekolah dan media. Anak pertamanya mencoba mengikuti seleksi, dan akhirnya lolos meski persaingan sulit.
“Awalnya coba-coba saja, karena ada informasi dari sekolah. Ternyata jalurnya waktu itu tes. Sekarang katanya ada jalur mandiri dan prestasi. Saya tinggal di Menes, dan anak saya dulu sekolah di Pondok Pesantren,” ungkapnya. (dkm)

