
KAB. SERANG. Mediabooster.news – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi.
Kegiatan GPM kali ini digelar di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang, Kecamatan Ciruas, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan pelaksanaan GPM di Puspemkab Serang juga bertujuan agar masyarakat semakin mengenal kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Serang.
“Gerakan pangan murah ini sengaja diadakan di Puspemkab agar masyarakat tahu bahwa di sini pusat pemerintahan. Selama ini banyak masyarakat yang datang ke sini hanya kalau mengurus perizinan atau kartu kuning. Jadi sekalian kalau sedang mengurus administrasi bisa mampir ke sini untuk membeli kebutuhan pokok,” kata Suhardjo. Kamis, (5/3/2026).
Ia menjelaskan, tujuan utama GPM adalah untuk menjaga pasokan dan ketersediaan pangan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran.
“GPM ini dalam rangka menjaga pasokan pangan. Apalagi menjelang Idul Fitri, biasanya di bulan Ramadhan harga kebutuhan pokok naik. Karena itu kita sengaja menjual di bawah harga pasaran,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Salah satunya daging kerbau beku yang di pasaran bisa mencapai sekitar Rp150 ribu per kilogram, namun di GPM dijual hanya sekitar Rp75 ribu per kilogram.
Selain itu, tersedia pula beras, telur omega-3, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng, serta berbagai produk olahan pangan.
“Kalau telur omega di pasaran sekitar Rp36 ribu per kilogram, di sini kita jual sekitar Rp30 ribu per kilogram. Bahkan satu tray sekitar dua kilogram kita jual sekitar Rp60 ribu,” jelas Suhardjo.
Menurutnya, beberapa komoditas seperti cabai bahkan langsung habis diborong masyarakat karena tingginya minat pembeli.
Tak hanya bahan pangan segar, GPM juga menyediakan produk olahan seperti ayam potong, nugget ayam, serta berbagai produk makanan olahan lainnya yang dibutuhkan masyarakat menjelang Idul Fitri.
“Ini supaya masyarakat bisa lebih mudah memenuhi kebutuhan pangannya menjelang Idul Fitri,” terangnya.
Suhardjo juga menyebutkan bahwa GPM telah digelar di tiga titik lokasi di Kabupaten Serang. Kegiatan pertama dilaksanakan di Kecamatan Pabuaran, kemudian yang kedua di Puspemkab Serang Kecamatan Ciruas, dan yang ketiga akan digelar di Kecamatan Gunung Sari pada Kamis, 13 Maret 2026.
Lebih lanjut, untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan di pasaran, DKPP juga terus melakukan pemantauan melalui satgas pangan yang secara rutin melakukan inspeksi ke sejumlah pasar.
“Kemarin kita melakukan sidak di beberapa pasar, termasuk di Pasar Ciruas. Ada indikasi harga cabai melonjak tinggi, sehingga kita lakukan intervensi dengan mencari distributor dari daerah lain. Kita juga mendapat dukungan dari Badan Pangan Nasional berupa subsidi transportasi,” ungkapnya.
Selain itu, DKPP Kabupaten Serang juga menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil komoditas pangan, seperti Kabupaten Brebes untuk pasokan bawang merah dan cabai.
“Kalau kita kekurangan pasokan, kita bisa bekerja sama dengan daerah lain seperti Brebes yang merupakan sentra produksi bawang merah dan cabai. Sebaliknya jika kita memiliki kelebihan produksi, mereka juga bisa mengambil dari kita,” jelasnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, DKPP Kabupaten Serang berharap ketersediaan sembilan bahan pokok tetap aman dan harga tetap stabil, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri dengan harga yang terjangkau. (dkm)
