
SERANG, Mediabooster.news – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) wilayah Papacibagus menggelar Rapat Pembinaan Kepala Sekolah dan Guru TK dengan mengusung tema “Penguatan Kompetensi Guru Melalui Literasi, Kreativitas, dan Pembelajaran Matematika Anak Usia Dini (AUD) yang Menyenangkan”. Kegiatan ini berlangsung di TK Islam Modern Darunnajah, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Senin (2/2/2026).
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti oleh sekitar 90 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru TK dari 20 lembaga PAUD se-wilayah Papacibagus, meliputi Kecamatan Pabuaran, Padarincang, Ciomas, Baros, dan Gunungsari.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas TK Wilayah Binaan Papacibagus, Iroh Syajaratuddur, S.Pd, Ketua IGTKI Papacibagus Hayati Nupus, S.Pd, serta para pendidik PAUD dari berbagai lembaga.
Ketua IGTKI Papacibagus, Hayati Nupus, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam bidang kreativitas, literasi, dan numerasi melalui pembelajaran matematika anak usia dini yang lebih menyenangkan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru, terutama dalam pembelajaran literasi dan numerasi melalui matematika anak usia dini. Harapannya, guru-guru di Papacibagus mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menyenangkan di lembaga masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga dikemas dengan pendekatan religius dan kreatif, mengingat pelaksanaannya menjelang bulan suci Ramadan.
“Agenda kegiatan hari ini diawali dengan pengajian Nisfu Sya’ban, membaca Yasin bersama, kemudian dilanjutkan dengan menulis dongeng anak, yaitu cerita Si Kancil, yang sangat familiar bagi pendidik PAUD. Setelah itu ada pembinaan dari pengawas serta materi tentang matematika anak usia dini, dan ditutup dengan membaca estafet buku Kunci Surga yang Hilang,” jelasnya.
Hayati berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus berlanjut dan tidak hanya dilaksanakan satu kali. Ia juga mendorong para guru TK untuk mengimplementasikan hasil pembinaan di lingkungan sekolah masing-masing.
“Semoga kegiatan ini bisa diikuti dengan baik dan memberikan manfaat nyata. Mudah-mudahan ibu-ibu guru dapat memetik hikmahnya dan menerapkannya dalam pembelajaran di sekolah,” tuturnya.
Di sisi lain, Pengawas TK Wilayah Binaan Papacibagus, Iroh Syajaratuddur, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan pembinaan tersebut. Menurutnya, pendampingan kepada guru perlu dilakukan secara langsung dan personal agar permasalahan pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik.
“Sebagai pengawas, saya sering menerima keluhan atau permintaan bimbingan dari guru. Pendampingan secara langsung atau face to face lebih efektif, karena guru bisa lebih terbuka dan tidak merasa sungkan atau malu,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keaktifan guru dalam mengikuti kegiatan IGTKI sebagai sarana memperoleh informasi dan peningkatan kompetensi.
“Awalnya ada guru yang kurang aktif karena merasa kegiatan ini tidak terlalu penting. Namun setelah tidak mengikuti, mereka merasa tertinggal informasi. Akhirnya mereka sadar bahwa kegiatan IGTKI sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Iroh menambahkan, pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat dan kreativitas guru dalam menghadapi proses pembelajaran anak usia dini, baik di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga.
“Saya berharap guru-guru di IGTKI Papacibagus terus meningkatkan kompetensi dan kreativitasnya. Saat ini sudah sekitar 55 guru yang tersertifikasi dari lebih dari 100 guru, dan kami terus mendorong yang lain untuk meningkatkan kualifikasi, baik melalui pendidikan lanjutan maupun program beasiswa dari pemerintah,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, diharapkan kualitas pembelajaran PAUD di wilayah Papacibagus semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran guru sebagai pendidik yang kreatif, profesional, dan berdaya saing. (dkm)

