
SERANG, Mediabooster.news – Light Of Al-Qur’an (LOA), komunitas jamaah kajian dari berbagai daerah di Serang, menggelar kajian bertema “Menjemput Shalat Khusuk Meniti Jalan Menuju Husnul Khotimah” di LYNN Hotel Serang, Serang, Minggu (14/9/2025).
Kegiatan yang diikuti puluhan peserta ini menghadirkan Ustadz Aden Nova dan Deni Arif Hidayat sebagai pemateri, dengan fokus memberikan tuntunan praktis bagaimana meraih kekhusyuan dalam shalat.
Ketua LOA, Iwan, menjelaskan bahwa kajian ini merupakan kegiatan perdana LOA di Kota Serang. Ia menegaskan tujuan kegiatan bukan hanya memperdalam ilmu keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi antar jamaah.
“Alhamdulillah, hari ini kita mengadakan kajian tentang shalat khusuk. Ini adalah pertama kalinya di Serang. Harapannya kegiatan ini bisa menjadi program berkelanjutan, tidak hanya di Serang, tapi juga bisa digelar di Cilegon, Pandeglang, bahkan di tingkat nasional,” ujar Iwan.
Diakui Iwan, tanpa disadari sejak baligh hingga sekarang untuk mencapai shalat khusuk itu tidak mudah.
“Nah, di kajian ini peserta Insya Allah dipaparkan dan dituntun oleh para pemateri bagaimana menghadirkan hati dan totalitas dalam shalat, karena shalat adalah cermin kita saat menghadap Allah,” tambahnya.
Dalam kajiannya, Ustaz Aden Nova memaparkan pentingnya pemahaman mendalam tentang makna khusuk. Menurutnya, masih banyak umat Islam yang bingung bagaimana cara meraih shalat khusuk, sehingga perlu ada pelatihan khusus.
“Banyak yang beranggapan khusuk itu sulit dicapai. Padahal, Allah tidak menurunkan syariat untuk menyusahkan hamba-Nya. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 Allah jelaskan, Sesungguhnya Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Artinya mustahil shalat khusyu itu tidak bisa kita raih,” kata Ustadz Aden.
Ustd Aden mengatakan kenapa kita tidak pernah mendapatkan kekhusukan? karena minimnya literatur dan kajian khusus tentang shalat khusuk.
“Bahkan boleh saya katakan, ini salah satu acara pertama yang secara khusus membahas dan melatih shalat khusuk. Insya Allah, peserta akan mendapatkan kiat-kiat praktis, mulai dari mengenali kendala hingga teknik melatih diri agar shalat benar-benar menghadirkan hati di hadapan Allah SWT,” lanjutnya.
Ia menekankan, khusuk adalah syarat utama diterimanya shalat seseorang.
“Nabi Muhammad SAW pernah menegaskan, shalat seseorang tidak diterima jika tidak menghadirkan hati di dalamnya, selain menunaikan ruku dan sujud dengan benar. Jadi ini penting sekali, bahkan darurat, jika kita ingin selamat di akhirat. Karena shalat adalah amalan pertama yang akan dihisab,” pungkasnya.
Sementara itu, narasumber kedua, Deni Arif Hidayat, menilai kajian ini sangat relevan untuk memperbaiki kualitas ibadah umat Islam. Menurutnya, meskipun banyak orang sudah puluhan tahun melaksanakan shalat, tidak sedikit yang masih kesulitan meraih kekhusyuan.
“Subhanallah, kajian ini sangat bermanfaat. Banyak dari kita yang sudah lama shalat, tapi ternyata belum benar-benar bisa menghadirkan hati. Materi dari ustaz tadi memberi pencerahan dan membuka wawasan kami. Kajian seperti ini perlu diteruskan, bukan hanya sekali, tapi berulang-ulang. Karena shalat khusyuk itu butuh latihan dan pembiasaan,” ungkap Deni.
“Saya berharap ke depan kajian ini tidak hanya sebatas teori, tapi juga ada praktik yang lebih intensif. Insya Allah, hal ini akan berdampak nyata bagi jamaah, apalagi mereka yang sangat membutuhkan bimbingan dalam memperbaiki shalatnya,” tambahnya.
Deni juga menyampaikan bahwa dalam sesi berikutnya ia berencana membahas nilai-nilai spiritual yang melekat dalam shalat.
“Shalat bukan sekadar ritual, tapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang aplikatif dalam kehidupan. Ada tujuh nilai yang bisa kita terapkan, di antaranya jujur, kerjasama, visioner, disiplin, adil, peduli, dan istiqamah. Nilai-nilai inilah yang Insya Allah akan saya bahas pada kajian berikutnya,” jelasnya.
Salah satu peserta, Riyani, mengaku mendapat banyak manfaat dari kajian ini. Ia menilai materi yang disampaikan membuat dirinya lebih tenang dan fokus dalam shalat.
“Alhamdulillah, kajian tentang shalat khusuk ini sangat baik. Saya jadi lebih tenang, lebih fokus, tidak terburu-buru, dan tahu teknik-teknik agar shalat lebih sempurna. Harapan saya, kajian seperti ini bisa sering diadakan, minimal sebulan sekali, bahkan kalau bisa temanya lebih variatif agar ilmu kita bertambah,” ungkapnya.
Dengan suksesnya kajian ini, LOA berharap dapat terus menghadirkan cahaya Al-Qur’an dalam kehidupan jamaah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mendorong umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalat yang khusuk.
Kajian tersebut juga diisi dengan sesi Tanya jawab dan praktik sholat untuk mendapatkan khusuk dalam melakukan sholat. (dkm)

