
SERANG, Mediabooster.nwes – Politeknik Industri Petrokimia Banten (PIPB) menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Wisuda Periode ke-1 Tahun 2025 di Gedung Pendidikan, Jalan Raya Karang Bolong, Cikoneng, Kabupaten Serang, Kamis (27/11/2025).
Wisuda perdana ini menjadi tonggak bersejarah bagi PIPB sejak pertama kali berdiri. Pada momen bersejarah tersebut, sebanyak 109 lulusan Diploma III resmi dikukuhkan dari tiga program studi: Teknologi Mesin Industri Petrokimia (24 lulusan), Teknologi Instrumentasi Industri Petrokimia (22 lulusan), dan Teknologi Proses Industri Petrokimia (63 lulusan). Seluruh wisudawan dinyatakan lulus tepat waktu, bahkan 78,48 persen di antaranya meraih predikat cumlaude, menandai kualitas akademik yang kuat di tahun pertama wisuda.
Salah satu capaian yang mendapat sorotan adalah keberhasilan PIPB mencatat angka penyerapan kerja lulusan yang sangat tinggi. Dari total 109 wisudawan, 96 orang atau 87,16 persen telah bekerja sebelum wisuda, sementara 14 lulusan lainnya tengah menjalani proses rekrutmen.
Direktur PIPB, Supardi, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian perdana tersebut.
“Ini adalah wisuda pertama kami, dan Alhamdulillah dari 109 wisudawan, yang sudah diterima bekerja ada 99 orang. Angka ini menunjukkan keberhasilan kurikulum dan kemitraan industri yang kami bangun,” ujarnya.
Supardi merinci sejumlah perusahaan yang telah menyerap lulusan PIPB, di antaranya Petro Oxo Nusantara, Asahimas, Trinseo Materials Indonesia, Mitsubishi Chemical Indonesia, Lotte Chemical Indonesia (27 orang), serta Chandra Asri Pacific (33 orang).
Menurutnya, penempatan kerja ini sepenuhnya sesuai kompetensi lulusan yang telah dibekali sertifikasi kompetensi Perawatan Mesin Produksi (TMIP & TIIP) serta sertifikasi Pengoperasian Mesin Ekstruder (TPIP).
Supardi juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kuat berbagai asosiasi industri.
“Sejak awal berdiri, kami didukung oleh INAPLAS dan FIKI, dua asosiasi besar di sektor petrokimia. Ada 11 perusahaan yang konsisten membantu penyusunan kurikulum, mengajar sebagai silver expert, mendampingi program magang 12 bulan, hingga penempatan kerja,” jelasnya.
Meski kampus masih berusia muda, kinerja akademiknya menunjukkan perkembangan signifikan. Para dosen telah menghasilkan 30 penelitian, 158 publikasi, 46 HaKI, serta enam buku ber-ISBN/ISSN. Sementara di bidang pengabdian masyarakat, tercatat 16 kegiatan dan 12 publikasi.
Disisi lain, Ketua Umum Asosiasi INAPLAS, Suhat Miyarso, turut memberikan pesan kepada para lulusan.
“Kami berharap lulusan PIPB dapat mengisi pekerjaan dengan baik di perusahaan petrokimia Indonesia dan terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi industri,” ujarnya. (dkm)

