
KAB. SERANGm Nediabooster.news – UPT Puskesmas Pabuaran menggelar Loka Karya Triwulan Tahun 2025 di Aula Puskesmas Pabuaran, Senin (16/6/2025). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi dan koordinasi lintas sektor dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Pabuaran.
Loka karya ini dihadiri oleh Camat Pabuaran, Kepala UPT Puskesmas Pabuaran Maftuhah, para Kepala Desa se-Kecamatan Pabuaran, Babinsa, Penilik KB, Bidan Desa, tenaga kesehatan, kader, perwakilan KUA, serta unsur lintas sektor lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Pabuaran menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi serta stakeholder dalam membangun Pabuaran yang unggul dan sejahtera. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung 10 Program 100 Kerja Bupati Serang, terutama dalam isu penanggulangan sampah yang menjadi perhatian bersama.
“Kerja sama lintas sektor bukan hanya penting, tetapi sangat mendesak agar program-program pembangunan, termasuk pelayanan dasar kesehatan, dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari loka karya, Kecamatan bersama Puskesmas Pabuaran akan melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis keliling desa, guna menjangkau masyarakat secara langsung dan meningkatkan kesadaran deteksi dini penyakit.
Kepala UPT Puskesmas Pabuaran, Maftuhah, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa loka karya ini bertujuan mengevaluasi pencapaian program kesehatan serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi.
“Alhamdulillah, beberapa indikator seperti pelayanan ibu hamil K1 sudah mencapai target. Namun, masih ada indikator yang belum tercapai, seperti fast case persalinan. Selain itu, penanganan ODGJ dan kasus TBC juga terus kami tangani. Salah satu kendala utama dalam kasus TBC adalah minimnya dukungan keluarga,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah pencapaian 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi tolok ukur kinerja puskesmas. Salah satunya adalah program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dijalankan sejak Januari 2025 sebagai upaya deteksi dini bagi masyarakat sehat.
Namun demikian, Maftuhah mengakui bahwa antusiasme masyarakat masih terbatas, terutama jika kegiatan hanya digelar di puskesmas.
“Kalau ada event bersama atau kami yang turun langsung ke lapangan, baru masyarakat banyak yang datang,” ujarnya.
Ke depan, Puskesmas Pabuaran akan terus melakukan jemput bola dengan menjadwalkan kunjungan CKG ke seluruh desa di Kecamatan Pabuaran secara bertahap, yakni dua kali seminggu, serta memaksimalkan peran Posbindu sebagai titik layanan rutin deteksi dini.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin erat, diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat di Pabuaran dapat terus meningkat dan merata hingga ke pelosok desa,” tutup Maftuhah. (dkm)

