
SERANG, Mediabooster.news – Warga RT 08/RW 02 Kampung Kerasikan, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, menggelar kegiatan gotong royong penanaman kunyit pada Minggu (9/11/2025).
Kegiatan ini merupakan inisiatif warga untuk memanfaatkan lahan wakaf yang sebelumnya belum dimaksimalkan, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.
Ketua RT 08, Rohman, mengatakan bahwa penanaman kunyit ini menjadi langkah awal masyarakat untuk membangun usaha berbasis tanaman bumbu dapur. Sebelumnya, warga sudah menanam beberapa jenis tanaman seperti salam dan lengkuas. Ke depan, warga juga merencanakan untuk menanam jahe dan kencur.
“Kegiatan ini untuk memberi contoh bahwa masyarakat bisa menambah income dari apa yang ditanam sendiri. Sekarang kita mulai dari kunyit, ke depan ingin menambah jahe dan kencur. Harapannya masyarakat punya sumber pendapatan tambahan tanpa harus membeli lagi di pasar, cukup mengembangkan hasil dari lahan sendiri,” kata Rohman.
Ia menambahkan, sebanyak lima kuintal bibit kunyit ditanam pada tahap awal, dengan target peningkatan hingga satu ton bibit pada tahap lanjutan. Estimasi hasil panen dari lima kuintal bibit dapat mencapai sekitar enam ton kunyit dalam masa panen satu hingga delapan bulan. Selain umbi kunyit, daun kunyitnya juga dapat dijual dengan harga pasar yang bervariasi.
“Untuk harga daun kunyit, kalau harga rendah berkisar Rp2.000 sampai Rp2.500 per kilogram. Tapi kalau musim kemarau bisa sampai Rp10.000. Jadi sebenarnya banyak potensi dari sini,” jelasnya.
Terkait pengadaan bibit, masyarakat menggunakan biaya swadaya, sementara lahan yang digunakan merupakan lahan wakaf yang sementara belum dipakai sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU), sehingga dapat dimanfaatkan agar menghasilkan nilai ekonomi bagi warga.
Lurah Curug Manis, Yati Nurhayati, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi inisiatif warga. Menurutnya, pemanfaatan lahan kosong seperti ini dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain.
“Alhamdulillah hari ini saya menyaksikan antusias warga yang luar biasa. Penanaman sekitar 1.800 bibit kunyit di tiga titik ini menunjukkan semangat gotong royong masyarakat. Ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan dan dapat menginspirasi wilayah lain dalam memanfaatkan lahan yang tidak terpakai,” ujar Yati.
Ia menegaskan, pihak kelurahan akan membantu menghubungkan kelompok warga dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan agar mendapatkan dukungan teknis serta peluang pengembangan lebih lanjut.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Ashari, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat terus memperkuat kekompakan warga.
“Sejak awal kami ingin warga selalu kompak dalam kegiatan apapun. Gotong royong menjadi ciri perkembangan masyarakat yang kuat. Mudah-mudahan hasil dari penanaman ini bermanfaat langsung bagi warga,” ujarnya. (dkm)

