
SERANG, Mediabooster.news – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Serang menggelar Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Pabuaran Ita Yunita dan dihadiri Danramil Pabuaran, Kepala Puskesmas Pabuaran, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Pabuaran, para sekretaris desa, Penilik KB Pabuaran, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta unsur terkait lainnya.
Penata KKB (Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana) Ahli Muda BKKBN Kabupaten Serang, Agus Komarudin, mengatakan sosialisasi tersebut bertujuan mengajak seluruh elemen masyarakat, baik individu, lembaga, organisasi maupun dunia usaha untuk berpartisipasi menjadi Orang Tua Asuh dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Menurutnya, Program GENTING merupakan program nasional dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang menjadi pengembangan dari program sebelumnya, yakni Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).
“Kalau BAAS dulu fokus pada anak stunting, sedangkan GENTING memiliki sasaran yang lebih luas, yaitu keluarga berisiko stunting. Sasarannya meliputi ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita non-PAUD yang berpotensi mengalami stunting,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, prevalensi stunting di Kabupaten Serang berdasarkan data tahun 2024 berada di angka 20,2 persen, sedangkan target nasional pada 2025 sebesar 18,8 persen. Hingga saat ini, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terbaru masih menunggu diumumkan pemerintah pusat.
“Mudah-mudahan target nasional 18,8 persen bisa tercapai. Kita tinggal menurunkan sekitar dua persen lagi untuk mencapai target tersebut,” katanya.
Agus menyebutkan, data sasaran stunting di Kabupaten Serang bersifat dinamis dan terus diperbarui melalui pendataan berbasis lapangan. Saat ini terdapat sekitar 3.000 keluarga sasaran yang masih menjadi fokus intervensi.
Untuk mendukung pelaksanaan Program GENTING, BKKBN telah menggunakan aplikasi nasional Sistem Informasi GENTING (SIGENTING) sebagai sarana pemantauan perkembangan program, termasuk data sasaran dan orang tua asuh di setiap wilayah.
“Semua proses berbasis data dari bawah atau bottom up. Tim Pendamping Keluarga terus melakukan pembaruan data agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Karena kalau datanya dari atas (top down), dikhawatirkan tidak akan valid,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, Kabupaten Serang telah memiliki lebih dari 1.000 calon donor atau orang tua asuh yang siap mendukung Program GENTING. Sebagian di antaranya berasal dari unsur Muspika, masyarakat, hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Beberapa kecamatan yang memiliki kawasan industri sudah mulai mendapat dukungan CSR, seperti dari Wilmar dan Indonesia Power di Kecamatan Kramatwatu. Ke depan kami akan terus menjemput bola agar semakin banyak pihak yang ikut berpartisipasi membantu keluarga berisiko stunting,” tambahnya.
Mewakili Camat, Sekretaris Kecamatan Pabuaran, Ita Yunita, menyatakan Pemerintah Kecamatan Pabuaran siap mendukung penuh pelaksanaan Program GENTING sebagai salah satu upaya percepatan penurunan angka stunting.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader hingga masyarakat.
“Kami di Kecamatan Pabuaran akan terus mendukung dan mengawal program yang sangat baik ini. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam upaya pencegahan stunting,” ujarnya.
Ita berharap melalui sinergi yang kuat, target penurunan angka stunting di Kecamatan Pabuaran dapat tercapai sesuai sasaran pemerintah, bahkan ke depan tidak ada lagi anak yang mengalami stunting.
“Harapan kami tentu angka stunting di Kecamatan Pabuaran terus menurun sesuai target, bahkan kalau bisa tidak ada lagi anak yang mengalami stunting sehingga mereka dapat tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi penerus yang berkualitas,” pungkasnya. (dkm)
